Gempar! Pabrik Sepatu di Lebak Berencana Relokasi, Sekitar 900 Pekerja Terancam PHK Massal
--
ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini akan berbagi informasi mengenai isu 900 pekerja di PHK dari pabrik sepatu di Lebak yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terkini!
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menjadi perhatian di Kabupaten Lebak, Banten. Salah satu perusahaan industri sepatu, PT Parkland World Indonesia (PWI) 6 di Rangkasbitung, dikabarkan berencana memindahkan kegiatan produksinya ke wilayah lain di Pulau Jawa. Rencana tersebut berpotensi berdampak pada sekitar 900 pekerja.
Kabar relokasi itu membuat serikat pekerja khawatir terjadi PHK dalam jumlah besar. Bahkan, pemutusan hubungan kerja disebut berpotensi mulai dilakukan pada September 2026 apabila perusahaan benar-benar menghentikan aktivitas produksinya di Rangkasbitung.
Baca juga: Guru Honorer Lijan Sinaga Terancam 12 Tahun Penjara, Nyesek! Hanya Berawal dari Teguran soal Sepatu
Baca juga: Jadwal Kerja Berbenturan! Ruben Onsu Tak Hadiri Mediasi Hak Asuh Anak
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak Rully Chaeruliyanto membenarkan adanya rencana pemindahan fasilitas perusahaan. Menurut dia, lokasi baru kemungkinan berada di Jawa Tengah atau wilayah Jawa lainnya, meski titik pastinya belum diketahui.
"Rencananya sih kabarnya ke daerah Jawa, belum tahu pastinya dimana. Mereka di sana punya lahan sendiri, sementara di Rangkasbitung hanya menyewa," ujar Rully saat dikonfirmasi pada Rabu (12/8/2026).
Rully menjelaskan, keputusan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya beban operasional perusahaan. Kenaikan upah minimum di Kabupaten Lebak menjadi salah satu faktor yang membuat biaya produksi dinilai semakin berat bagi perusahaan.
Perusahaan kemudian mempertimbangkan wilayah lain yang memiliki tingkat upah minimum lebih rendah. Dengan berpindah ke daerah tersebut, beban biaya tenaga kerja diharapkan dapat ditekan sehingga kegiatan produksi menjadi lebih efisien.
"Upahnya di sana masih jauh lebih murah dari kita, makanya akhirnya mereka memilih pindah," ujar Rully.
Selain persoalan biaya, pemerintah daerah menyebut aspek kenyamanan investasi juga menjadi pertimbangan perusahaan. Rully mengatakan Pemkab Lebak terus melakukan pembenahan, tetapi sejumlah daerah lain dinilai memiliki kondisi investasi yang lebih menguntungkan, termasuk dari sisi minimnya gangguan pihak eksternal.
Rencana relokasi PT PWI 6 menjadi perhatian karena industri tersebut menyerap ratusan tenaga kerja di Rangkasbitung. Jika perpindahan benar-benar terealisasi dan diikuti PHK, sekitar 900 pekerja berpotensi terdampak dan harus menghadapi ketidakpastian mengenai keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Pemerintah daerah kini menghadapi tantangan untuk mencari langkah terbaik agar dampak relokasi terhadap pekerja dapat diminimalkan. Di tengah tekanan biaya produksi dan persaingan antarwilayah, keberlangsungan lapangan kerja menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam rencana kepindahan perusahaan tersebut.
Nah, itulah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!