Ruben Onsu Kembali Tuai Sorotan Usai Luapkan Kemarahan Tagih Uang Proyek Film Terhadap 786 Production
--
ASCOMAXX.com – Selebriti Ruben Onsu kembali menjadi sorotan seusai meluapkan kemarahan kepada pihak produser proyek film. Ruben menagih uang yang menurutnya belum diterima sesuai kesepakatan sekaligus mempertanyakan transparansi kontrak penjualan film tersebut terdahap platform streaming.
Kemarahan Ruben Onsu ditujukan kepada pihak 786 Production, khususnya produser bernama Nebraajj Nicki. Polemik tersebut lantas disampaikan Ruben secara terbuka melalui Instagram Story pada Kamis (24/9/2026).
Ruben diketahui terlibat dalam proyek tersebut melalui Smaradhana Pro sebagai Executive Producer. Dia mengaku memberikan dukungan kepada produksi film, namun belakangan mempertanyakan pembayaran yang menurutnya belum diselesaikan.
Persoalan berawal dari keterlibatan Ruben Onsu dalam sebuah proyek film bersama 786 Production. Ruben menjelaskan, dirinya bukan pemain dalam film tersebut. Dia berada di balik layar melalui Smaradhana Pro dengan posisi sebagai Executive Producer yang memberikan dukungan terhadap proyek.
Keterlibatan tersebut membuat Ruben memiliki kepentingan terhadap sejumlah kesepakatan dalam proyek, termasuk persoalan finansial serta kontrak kerja sama.
Seiring berjalannya proyek, Ruben mengaku masih memiliki uang yang belum dibayarkan oleh pihak terkait. Dia kemudian menilai persoalan pembayaran tersebut terlalu lama dianggap sepele yang mana memilih menagih secara terbuka melalui media sosial.
"Mana uang saya!! Saya juga punya keperluan nih, maaf nih ditagih lewat sini, karena bapak terlalu anggap gampang!!" tulis Ruben sambil menandai sosok Nebraajj Nicki. Menurut Ruben, keterlambatan pembayaran tersebut bukan persoalan kecil sebab berdampak terhadap arus keuangan pribadinya.
"Sementara uang saya jadi nggak muter gara-gara bapak, merusak cash flow saya jadi kacau karena gak sesuai yang dijanjikan," tegasnya. Persoalan kemudian berkembang ketika Ruben mengetahui film yang dikerjakan bersama telah dibeli platform streaming.
Informasi tersebut membuat Ruben mempertanyakan status pembayaran yang menjadi haknya. Karena, menurut dia, jika transaksi dengan platform streaming tersebut telah dilakukan, semestinya terdapat kejelasan mengenai kontrak dan pembagian sesuai kesepakatan kerja sama.
Ruben lantas menuntut pihak 786 Production membuka dokumen kontrak pembelian film tersebut. "Kan sudah dibeli sama OTT N**FLIX!! Mana kontraknya??" cecar Ruben.
Bagi Ruben, persoalan bukan hanya mengenai uang yang belum diterimanya. Dia juga mempertanyakan mengapa dirinya sebagai pihak yang terlibat dalam proyek belum mendapatkan informasi mengenai kontrak pembelian film tersebut.
Dengan demikian, sejumlah tudingan mengenai dugaan ketidaktransparanan dan perbedaan nilai transaksi tersebut masih merupakan pernyataan dari Ruben Onsu dan belum mendapatkan klarifikasi dari pihak yang disebut.