Kericuhan di Ilaga Papua Tengah Pecah Total 7 Kantor Pemerintah Habis Dilahap Api usai Pembagian Dana Desa
--
ASCOMAXX.com – Sudah mendengar update terbaru terkait dengan Kericuhan di Ilaga Papua Tengah Pecah yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat di ranah sosial media lokal Indonesia. Langsung saja ikuti penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Berujung ricuh! Baru-baru ini rusuh di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, terjadi ketika mediasi antara Bupati Puncak Elvis Tabuni dan para kepala kampung terkait penyaluran Dana Desa Tahap I Tahun 2026, Selasa (11/8/2026) sore. Berikut ini adalah laporan selengkapnya.
Kericuhan di Ilaga Papua Tengah Pecah
Diketahui sempat dilakukan mediasi sebelumnya di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) awalnya berjalan dalam suasana dialog. Akan tetapi, situasi berubah setelah sejumlah masyarakat di sekitar lokasi melakukan pelemparan batu hingga memicu aksi anarkis.
Kegiatan ini lalu dihadiri Bupati Puncak Elvis Tabuni, Sekda Puncak Nenu Tabuni, Wakapolres Puncak Kompol Mansur, Dandim 1717/Puncak Letkol Inf Himawan Ady Suwanto, Kepala Dinas PMK Andreas P. Maruanaya, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan personel Polres Puncak.
Diketahui bahwa sebelumnya para kepala kampung yang mempertanyakan nominal Dana Desa Tahap I 2026 yang dinilai lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Terkait dengan hal ini, Kepala Dinas PMK Kabupaten Puncak Andreas P. Maruanaya menjelaskan, penurunan nominal ini berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat serta mekanisme penyaluran Dana Desa tahap pertama.
Berdasarkan penuturan Andreas, dana yang diterima pada tahap pertama merupakan bagian dari keseluruhan alokasi Dana Desa yang akan disalurkan. Pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran untuk sejumlah program prioritas nasional.
7 Kantor Pemerintah Habis Dilahap Api usai Pembagian Dana Desa
Situasi memanas ketika Sekda Puncak Nenu Tabuni memberikan penjelasan tambahan. Sekitar pukul 18.17 WIT, sejumlah masyarakat di sekitar Kantor PMK mulai melemparkan batu.
Sejumlah personel pengamanan yang membubarkan massa menggunakan gas air mata. Namun kericuhan Ilaga meluas sampai akhirnya terjadi pembakaran dan perusakan sejumlah fasilitas pemerintah daerah.
Baca juga: Terpengaruh Sabu, Geger! Pemuda di Denpasar Diduga Perkosa Anak Bosnya
Tercatat bahwa sejumlah fasilitas yang terdampak antara lain Kantor PMK Kabupaten Puncak, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor BPKAD, Gudang Perindagkop, Kantor Kesbangpol, Kantor Bupati Puncak, serta Kantor Dinas Penanaman Modal.
Menanggapi ini, Polres Puncak memperketat pengamanan. Sekitar pukul 19.32 WIT, sebanyak 20 personel dipimpin Kasat Samapta Iptu Iskandar Muis bergerak menuju lokasi untuk mencegah kericuhan meluas.
Kapolres Puncak AKBP Domingos De F. Ximenes melalui jajaran menegaskan kepolisian terus melakukan pengamanan untuk mencegah gangguan kamtibmas meluas sekaligus melindungi masyarakat dan fasilitas publik.
Selain itu, Polres Puncak juga mendata kerusakan serta perkembangan situasi di lapangan. Polisi masih menyelidiki pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran dan perusakan fasilitas pemerintah.
Terkait dengan kericuhan ini, warga dihimbau untuk tidak melakukan penjarahan atau mengambil barang inventaris dari fasilitas pemerintah yang terdampak. Setiap tindakan melawan hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Sampai berita ini diturunkan, aparat keamanan terus memantau kondisi wilayah Ilaga dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk memastikan situasi kembali aman, tertib, dan kondusif.
Kami harap informasi yang disampaikan di atas bisa membantu kamu menjawab pertanyaan terkait isu yang satu ini. Demikianlah pembahasan yang bisa kami sampaikan. Jangan lupa untuk selalu belajar hal baru setiap hari ya! Terimakasih sudah membaca!