Tuesday 29th of September 2026
×

Miris! Santri Difabel Ponpes Gresik Dianiaya Senior, Punggung Disetrika Hingga Alami Luka Bakar Parah

Miris! Santri Difabel Ponpes Gresik Dianiaya Senior, Punggung Disetrika Hingga Alami Luka Bakar Parah

--

ASCOMAXX.com - Seorang siswa penyandang disabilitas berinisial D (17) menjadi korban kekerasan di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Dukun, Gresik. Diduga, seorang siswa senior menempelkan setrika panas ke punggung dan tangan korban, sehingga menyebabkan luka bakar.

Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, melalui Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA), memberikan pendampingan kepada korban. Kepala KBPPPA Gresik, Dr. Titik Ernawati, menyatakan bahwa asesmen telah dilakukan dan korban melaporkan adanya perlakuan buruk yang berulang.


"Petugas melakukan asesmen awal untuk memperoleh informasi mengenai kondisi anak, kebutuhan layanan, serta memastikan pemenuhan hak-hak korban sesuai prinsip perlindungan anak," ujar Titik.

Berdasarkan hasil asesmen, Titik menambahkan, korban melaporkan adanya kekerasan yang dialaminya selama berada di pondok pesantren. Korban juga menyatakan bahwa dirinya telah menerima perlakuan tidak menyenangkan secara berulang kali.

Baca juga: Profil Hellyana Wakil Gubernur Babel, Diberhentikan Masa Kerjanya oleh Prabowo Usai Kasus Ijazah Viral!

"Saat ini korban memilih tinggal bersama keluarga. Korban juga disebut belum bersedia kembali ke lingkungan pondok karena masih merasa takut dan tidak nyaman," tambahnya.

Titik menambahkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi psikologis korban. Hasil asesmen UPT PPA menunjukkan bahwa korban memerlukan dukungan psikososial untuk membantu proses pemulihannya.

"Selain itu, keluarga berharap korban tetap dapat melanjutkan pendidikan meski tidak kembali tinggal di pondok pesantren," ujarnya.

UPT PPA juga akan memfasilitasi berbagai layanan bagi korban, termasuk dukungan psikologis melalui konseling, koordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait mengenai kelanjutan pendidikan, serta—bergantung pada persetujuan keluarga dan kebutuhan—layanan medikolegal.

"Kita menghormati keputusan keluarga terkait bentuk layanan yang akan diterima korban. Pendampingan dilakukan untuk membantu pemulihan sekaligus memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi," tambahnya.

Terkait informasi kasus yang beredar di media sosial, KBPPPA mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan identitas, foto, video, maupun informasi lain yang dapat mengungkap jati diri anak tersebut.

"Perlindungan terhadap privasi anak menjadi hal penting agar proses pemulihan korban tidak terganggu dan anak tidak mengalami dampak psikologis yang lebih besar," jelas Titik.

Pihak KBPPPA juga mengimbau institusi pendidikan, fasilitas pengasuhan, dan masyarakat untuk bersinergi dalam memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap anak serta menciptakan lingkungan yang aman bagi mereka.

"Setiap dugaan kekerasan terhadap anak diharapkan dapat ditangani secara cepat dan tepat dengan tetap mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak," pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah foto viral di media sosial yang memperlihatkan seorang santri di Kecamatan Dukun, Gresik, dalam kondisi babak belur setelah menjadi korban perundungan dan penganiayaan oleh santri senior. Ironisnya, korban merupakan penyandang disabilitas.

Baca juga: Berawal dari Cekcok, Guru di SDN Ledoknongko Dibacok Wali Murid Hingga Terluka Parah! Begini Kronologi Lengkapnya

Unggahan yang beredar tersebut memperlihatkan korban dengan luka bakar di punggung dan tangannya—akibat disetrika oleh senior—serta memar di leher dan sekujur tubuhnya. Ironisnya, para pelaku—yang merupakan seniornya—justru dilindungi oleh pihak pengurus pondok pesantren.

"Warga IG mau berbagi kisah pembulian nih di salah satu pondok yang ada di Kota Gresik. Nah korbannya ini anak disabilitas, eh pihak pondok disamperin sama keluarga malah pelakunya dilindungi," demikian bunyi keterangan unggahan yang dikutip oleh detikJatim, dengan izin dari pengunggah asli.

"Secara si korban ini pendiam terus jalannya aja agak gak jangkep, terus ngomongnya juga terbatas mana bisa menyetrika diri sendiri itu," demikian keterangan dalam foto yang beredar," tambah keterangan yang menyertai foto viral tersebut.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST