Buktikan Integritas Tinggi Sebagai Anggota Polri, Ipda Purnomo Secara Resmi Umumkan Tidak Mengambil Keuntungan dari Konten
--
ASCOMAXX.com - Sebuah langkah mengejutkan dan sarat keteladanan datang dari sosok polisi humanis asal Lamongan, Jawa Timur, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Purnomo. Berikut informasi selengkapnya!
Perwira pertama Polri yang dikenal luas melalui julukan "Purnomo Polisi Baik" ini secara resmi mengumumkan keputusan besar untuk menonaktifkan seluruh iklan dan fitur monetisasi pada kanal YouTube miliknya, "Purnomo Belajar Baik", terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2026. Langkah berani ini seketika memicu gelombang simpati dan rasa hormat yang mendalam dari jutaan pengikutnya di media sosial.
Kanal YouTube milik Purnomo bukan sekadar platform digital biasa. Saluran yang telah menggalang lebih dari 2,7 juta subscriber tersebut merupakan dokumentasi nyata dari aktivitas kemanusiaannya bersama Yayasan Berkas Bersinar Abadi.
Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Demo Buruh Hari Ini 29 September 2026, Waspada! Hindari Titik Kemacetan Ini
Melalui kanal tersebut, publik dapat melihat bagaimana Ipda Purnomo menyisir jalanan untuk menyelamatkan, merawat, mengobati, hingga mengembalikan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) terlantar ke keluarga mereka. Selama bertahun-tahun, pendapatan digital dari iklan YouTube tersebut menjadi motor finansial utama untuk membiayai kebutuhan pangan, pakaian, obat-obatan, serta operasional panti rehabilitasi yang menampung ratusan pasien secara gratis.
Alasan di Balik Penghentian Monetisasi
Keputusan drastis untuk mematikan sumber dana digital ini diambil Purnomo bukan tanpa sebab. Dalam pernyataan resminya, ia mengungkapkan bahwa keputusan ini dipicu setelah dirinya didatangi oleh seorang tamu yang secara khusus mengusut, mempertanyakan, dan mempermasalahkan besarnya omzet serta penghasilan yang didapatkan dari konten-konten penyelamatan ODGJ tersebut.
Meskipun banyak warganet berspekulasi bahwa persoalan ini berkaitan dengan urusan administrasi pajak atau kecemburuan pihak tertentu, Ipda Purnomo memilih untuk tidak memperkeruh suasana.
Dengan jiwa besar, ia secara transparan mempersilakan pihak berwenang untuk memeriksa nomor rekening yayasan maupun rekening pribadinya. Bagi Purnomo, tuduhan atau kecurigaan bahwa ia mencari keuntungan materi di atas penderitaan para ODGJ adalah hal yang mencederai prinsip hidupnya.
Ia menegaskan bahwa langkah mematikan iklan ini sengaja ditempuh demi menjaga kesucian dan ketulusan niatnya dalam berbuat baik. Ia tidak ingin misi kemanusiaan yang telah ia bangun selama lebih dari sepuluh tahun disalahartikan sebagai komoditas bisnis atau ajang mencari kekayaan pribadi.
Komitmen Berbagi Tanpa Batas
Meski fitur monetisasi resmi dimatikan, Ipda Purnomo memastikan bahwa ia tidak akan berhenti membantu sesama. Panti rehabilitasi ODGJ miliknya akan tetap beroperasi seperti biasa.
Baca juga: Kapal Pinisi Yukai Karam di Labuan Bajo, 13 Wisatawan Berhasil Dievakuasi
Ia juga berjanji akan tetap mengunggah video-video pendek bermuatan edukasi dan ajakan berbuat kebaikan ke media sosial, namun sepenuhnya tanpa mengambil keuntungan finansial sepeser pun dari platform tersebut.
Tindakan Ipda Purnomo ini menjadi tamparan keras sekaligus refleksi mendalam di tengah era digital, di mana banyak orang berlomba-lomba mengejar klik, tayangan, dan monetisasi dengan segala cara.
Di hadapan publik, polisi pengayom masyarakat ini membuktikan sebuah integritas tertinggi: bahwa ketulusan dalam memanusiakan manusia tidak bisa dinilai, diukur, atau ditukar dengan nominal rupiah dari penayangan iklan.