Terkuak Penyebab Kematian Dokter PPDS Riau, Diduga Terima Ancaman Pinjol Hingga Suntikkan Rocuronium!
--
ASCOMAXX.com - Misteri seputar kematian dr. Alex Cristo Loris—seorang dokter residen anestesiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Riau—telah terpecahkan menyusul penyelidikan intensif oleh Kepolisian Resor (Polres) Siak.
Baca juga: Penyebab Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas Hingga Savana, 3 Titik Lokasi Ini Ditutup Sementara!
Baca juga: Mengenal Sosok Fizzabella: Pelantun 'Gusti Kulo Angkat Tangan' yang Pernah Dekat Denny Caknan
Polisi memastikan tidak ada unsur pidana yang terlibat dalam kematian dokter residen dari RSUD Tengku Rafian tersebut. Korban dipastikan meninggal akibat efek Rocuronium, obat bius yang ia suntikkan sendiri ke tubuhnya.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyatakan bahwa kesimpulan ini dicapai setelah penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meninjau rekaman CCTV, serta mengumpulkan keterangan dari saksi, ahli forensik, dan spesialis di bidang analisis laboratorium forensik, forensik digital, dan psikologi forensik.
Rekaman pengawas dari area rumah sakit, sekolah di sekitar lokasi, dan berbagai titik di sepanjang rute perjalanan korban dianalisis untuk merekonstruksi urutan kejadian yang berujung pada kematiannya.
Hasil autopsi menunjukkan adanya bekas suntikan di punggung tangan kiri korban, yang diyakini sebagai titik masuknya Rocuronium.
Tes toksikologi mendeteksi keberadaan Rocuronium dalam sampel darah, urine, dan ginjal, sementara analisis DNA mengonfirmasi bahwa bercak darah pada jarum suntik identik dengan darah korban.
"Kandungan tersebut menyebabkan kelumpuhan otot pernapasan hingga korban meninggal akibat asfiksia, sementara memar di kepala maupun luka lain dipastikan bukan penyebab kematian," ujar Sepuh dalam konferensi pers pada Selasa (4 Agustus 2026).
Baca juga: Penyebab Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas Hingga Savana, 3 Titik Lokasi Ini Ditutup Sementara!
Baca juga: Bigmo Dipanggil Polda Metro Jaya Buntut Kasus Promosi Vape, Kini Tuai Kecaman Banyak Pihak!
Penyelidikan juga mengungkap bahwa korban sedang mengalami tekanan psikologis akibat kombinasi masalah pribadi dan keuangan.
epala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Siak, AKP Raja Kosmos Parmulais, menyatakan bahwa evaluasi psikologi forensik mengarah pada depresi yang dipicu oleh masalah pinjaman online (pinjol)—situasi yang kabarnya diketahui oleh istri korban.
Selain itu, penyidik menemukan catatan keluhan terkait utang pinjaman online, indikasi pengeluaran dalam jumlah besar, serta catatan pribadi di dalam perangkat elektronik yang terkunci.
Rekaman CCTV memperlihatkan korban berjalan sendirian menuju lokasi kejadian pada malam sebelum ia ditemukan meninggal dunia, tanpa didampingi oleh siapa pun. Polisi juga menemukan sebuah tas berisi perlengkapan medis di dekat jenazah korban, termasuk obat bius Propofol, ampul Lidokain, alat suntik yang berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta sejumlah jarum suntik.
Berdasarkan bukti-bukti tersebut, penyidik menyimpulkan bahwa tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kejadian ini. Alex Cristo Loris sebelumnya ditemukan meninggal dunia di area semak-semak di samping pagar luar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian, Kabupaten Siak, pada Selasa, 14 Juli 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, setelah dilaporkan hilang sehari sebelumnya.
Baca juga: Penyebab Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas Hingga Savana, 3 Titik Lokasi Ini Ditutup Sementara!
Korban tidak dapat dihubungi sejak Senin (13 Juli 2026), dan rekaman CCTV akhirnya memberikan petunjuk terakhir mengenai keberadaannya sebelum ia ditemukan meninggal dunia.
Polisi menyatakan bahwa penyelidikan telah rampung dan menyimpulkan bahwa kematian dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berusia 30 tahun tersebut disebabkan oleh tindakan sendiri, sehingga kemungkinan adanya tindak pidana pembunuhan dikesampingkan.