Faktor Tekanan Psikologis Akibat Anak Sakit yang Mendorong Seleb Lokal Deka Ayu Gelap Mata Hingga Membunuh Suami ASN
--
ASCOMAXX.com - Misteri di balik tindakan keji yang dilakukan oleh Deka Ayu (30), seorang konten kreator lokal yang tega membunuh suaminya sendiri, Anton (32), perlahan mulai terungkap.
Tragedi berdarah yang terjadi di halaman Masjid At-Taqwa, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Senin, 21 September 2026 lalu, rupanya menyisakan cerita pilu tentang keretakan rumah tangga dan himpitan masalah finansial yang berujung pada aksi nekat.
Baca juga: Profil Yusuf Kartiko: Aktor Muda Berbakat yang Tengah Mencuri Perhatian Netizen Saat ini
Masyarakat sempat bertanya-tanya mengenai alasan di balik tindakan seorang figur publik media sosial yang dikenal ceria di depan kamera, namun bertindak di luar nalar di dunia nyata.
Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan oleh tim penyidik Satreskrim Polres OKI, terungkap bahwa motif utama pembunuhan ini berakar dari akumulasi konflik rumah tangga yang berkepanjangan serta dipicu oleh penolakan bantuan biaya pengobatan anak mereka yang sedang sakit keras.
Tekanan Finansial dan Konflik Pisah Ranjang
Hubungan pernikahan antara Deka Ayu dan Anton dilaporkan sudah tidak harmonis selama beberapa bulan terakhir. Pasangan ini bahkan sudah memutuskan untuk pisah ranjang.
Baca juga: Link Video Skandal SMK di Cianjur Viral di Telegram, Full Durasi Sejoli Diduga Suami Istri!
Di tengah proses keretakan tersebut, anak kandung mereka mengalami sakit dan membutuhkan biaya perawatan medis yang cukup besar. Sebagai seorang ibu, Deka Ayu merasa terdesak karena tidak memiliki dana yang cukup untuk membawa buah hatinya berobat ke rumah sakit.
Mengingat sang suami berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Inspektorat Kabupaten OKI yang memiliki penghasilan tetap, Deka memutuskan untuk mendatanginya langsung ke tempat kerja. Tersangka berharap sang suami bersedia menurunkan ego demi kesembuhan anak mereka. Namun, harapan tersebut justru berujung petaka.
Sesampainya di kantor korban, permintaan Deka untuk meminta uang pengobatan justru disambut dingin oleh korban. Penolakan tersebut memicu perdebatan sengit di antara keduanya hingga berlanjut ke luar area kantor, tepatnya di area halaman masjid terdekat.
Gelap Mata Akibat Ego dan Emosi Sesaat
Penolakan dari sang suami diduga kuat menjadi pemantik utama yang membuat Deka Ayu mengalami tekanan psikologis berat hingga gelap mata. Rasa frustrasi karena memikirkan kondisi sang anak, ditambah dengan sikap korban yang dinilai tidak bertanggung jawab, membuat emosi tersangka meledak seketika.
Dalam kondisi emosi yang sudah tidak terkendali, Deka langsung merogoh tasnya dan mengeluarkan sebilah pisau sepanjang 30 sentimeter yang ternyata sudah ia bawa dari rumah.
Tersangka kemudian secara membabi buta menghujamkan senjata tajam tersebut ke tubuh suaminya hingga korban roboh bersimbah darah dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Baca juga: Intip Spesifikasi Honor 600 Elite 5G, Bodi Tangguh! Meluncur dengan Baterai Jumbo 8.100 mAh
Pihak kepolisian menegaskan bahwa motif pembunuhan ini murni karena faktor kekecewaan yang mendalam akibat masalah penolakan nafkah anak dan konflik domestik yang tidak terselesaikan dengan baik, bukan karena motif asmara atau orang ketiga.
Kini, konten kreator tersebut harus meratapi nasibnya di sel tahanan Polres OKI. Akibat emosi sesaat yang menghancurkan masa depannya, Deka Ayu dijerat dengan undang-undang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta pasal pembunuhan dengan ancaman hukuman belasan tahun penjara, sementara sang anak kini harus kehilangan figur ayah untuk selamanya.