Saturday 7th of November 2026
×

Status Hukum Terbaru Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Pusaran Kasus Korupsi Alat ATG Digitalisasi SPBU Pertamina

Status Hukum Terbaru Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Pusaran Kasus Korupsi Alat ATG Digitalisasi SPBU Pertamina

--

ASCOMAXX.com – Dunia Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali diguncang oleh kelanjutan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam proyek digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) untuk periode tahun 2018 hingga 2023.

Sorotan tajam kini mengarah pada Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI, Bobby Rasyidin. Langkah penegakan hukum ini semakin bereskalasi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi adanya penyitaan uang tunai senilai Rp2 miliar dari tangan orang nomor satu di PT KAI tersebut.


Baca juga: Ini Dia Spesifikasi HONOR 600 Elite 5G, Rilisan Terbaru Dilengkapi teknologi Eye Comfort dan Dynamic Dimming!

Kendati demikian, pemeriksaan terhadap Bobby dilakukan dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur Utama PT Len Industri (Persero) periode 2020–2025, bukan atas jabatannya yang sekarang. Kasus korupsi yang merugikan keuangan negara dalam jumlah fantastis ini berpusat pada proyek pengadaan sistem Automatic Tank Gauge (ATG) serta penyediaan mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk program digitalisasi SPBU Pertamina di seluruh Indonesia.

Berdasarkan hasil audit dan perhitungan sementara dari tim penyidik, total kerugian negara yang ditimbulkan akibat praktik lancung ini ditaksir mencapai sedikitnya Rp322,18 miliar. Skandal ini melibatkan kongkalikong pemahalan harga (markup) serta pengadaan fiktif yang melibatkan beberapa oknum pejabat di anak perusahaan badan usaha milik negara lainnya.

Baca juga: Momen Spesial Pemberkatan Katolik Gusti Sura Bersama FX Adimas Rosdian Bos Transportasi PO Rosalia Indah di Gereja Purbayan

Hingga saat ini, KPK telah bergerak cepat dan menahan tiga orang tersangka utama sejak Agustus 2026, yaitu Dian Rachmawan (Eks Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom), Weriza (Eks EVP Divisi Enterprise PT Telkom), serta Elvizar selaku pemilik swasta dari PT Pasifik Cipta Solusi.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST