Friday 7th of August 2026
×

Penyebab Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas Hingga Savana, 3 Titik Lokasi Ini Ditutup Sementara!

Penyebab Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas Hingga Savana, 3 Titik Lokasi Ini Ditutup Sementara!

--

ASCOMAXX.com - Penyebab kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih belum diketahui saat insiden tersebut memasuki hari keempat.

Balai Besar TNBTS menegaskan bahwa seluruh upaya saat ini difokuskan pada pemadaman api. Penyelidikan mengenai penyebab kebakaran baru akan dilakukan setelah situasi di lapangan terkendali.


Endrip Wahyutama, Humas Balai Besar TNBTS, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena seluruh personel masih berkonsentrasi memadamkan kobaran api yang terus meluas.

Baca juga: Kebakaran Bromo Meluas Lebih Dari 80 Hektar, Akses Wisata Ditutup Hingga Lautan Pasir Dibatasi Pengunjung!

Baca juga: Kritik Pasien Yurizal Berujung Perundungan Digital: Norma Zahara Minta Maaf Usai Sebut Pasien BPJS Miskin dan Gobl*k

"Kami sementara ini sampai hari keempat masih fokus pemadaman. Sedangkan asesmen penyebabnya setelah itu. Kami juga akan mencarikan tim investigasi untuk mengungkap penyebabnya," ujar Endrip, melalui informasi yang dilansir dari Kompas.com.

Endrip menjelaskan bahwa kebakaran bermula di area dataran tinggi gunung yang bukan merupakan lokasi wisata maupun jalur pendakian resmi. Menurutnya, lokasi tersebut merupakan jalan pintas atau jalur tidak resmi yang sering dilalui warga setempat.

"Titik awalnya di Blok Bantengan, masuk wilayah Lumajang. Tapi itu jalan trabasan, hanya jalan kecil yang biasa dilalui warga," katanya.

Sementara itu, data dari Balai Besar TNBTS menunjukkan bahwa luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 51 hektare hingga Rabu malam, 5 Agustus 2026. Namun, angka ini diperkirakan akan bertambah mengingat api masih berkobar di beberapa lokasi hari ini.

"Hingga kemarin ada laporan sekitar 51 hektare, tapi pasti bertambah hari ini. Pagi ini berapa luasannya belum tahu, nanti segera kami informasikan," ujarnya.

Endrip menyebutkan bahwa dampak terluas terjadi di kawasan Watugede, Kabupaten Probolinggo. Operasi pemadaman masih berlangsung di beberapa titik.

Baca juga: Bigmo Dipanggil Polda Metro Jaya Buntut Kasus Promosi Vape, Kini Tuai Kecaman Banyak Pihak!

Baca juga: Kritik Pasien Yurizal Berujung Perundungan Digital: Norma Zahara Minta Maaf Usai Sebut Pasien BPJS Miskin dan Gobl*k

"Paling luas masuk wilayah Pasuruan, karena kemiringannya curam. Masih ada api yang dipadamkan oleh petugas," pungkasnya.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, kebakaran di Blok Bantengan, TNBTS, pertama kali terdeteksi pada hari Senin, 3 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.  Kobaran api terlihat membakar vegetasi di kawasan hutan tersebut, sehingga tim gabungan segera dikerahkan untuk melakukan tindakan penanganan.

Guna mendukung upaya pemadaman, pihak pengelola TNBTS sebelumnya telah menutup sementara akses wisata menuju Gunung Bromo melalui pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta jalur Senduro di Kabupaten Lumajang.

Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar TNBTS, menyatakan bahwa penutupan tersebut telah diberlakukan sejak Senin pukul 22.00 WIB dan akan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.

Penutupan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasi pem

Baca juga: Heboh! Bunker Rahasia Ditemukan di Lokasi 995 Senjata Senpi Tersimpan, Polisi Diminta Bongkar Isinya

adaman serta menjamin keselamatan wisatawan selama kebakaran masih berlangsung.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST