Heroik! Kisah 6 Bidan Tangani Persalinan di Tengah Gempa NTT 7,7 Skala Richter Cuma Pakai Senter HP Sebagai Penerangan
--
ASCOMAXX.com – Kisah bidan ini viral di media sosial dan sukses menuai banyak perhatian dari warganet. Berikut ini akan kami sampaikan informasi mengenai kisah persalinan di tengah gempa Flores NTT yang wajib kamu tahu. Simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum di sini!
Sejumlah bidan yang bertugas di tengah gempa NTT dengan berani dan heroik tetap tangani persalinan meski menggunakan alat penerangan seadanya di bawah tenda darurat. Para pahlawan ini dengan ikhlas dan bertanggung jawab menjalankan tugas meski bangunan Puskesmas rusak usai gempa. Di bawah ini selengkapnya!
Baca juga: Ini Rincian Proyek IKN 2025-2029 yang Habiskan Rp 48,8 Triliun APBN dan Rp 74 T Dana Swasta
Kisah 6 Bidan Tangani Persalinan di Tengah Gempa NTT 7,7 Skala Richter
Di Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat sejumlah enam bidan di Puskesmas Laja, yakni Bidan Yoan, Bidan Ica, Bidan Lina, Bidan Nita, Bidan Tefin, dan Bidan Chen masih menjalankan tugas mereka sebagai tenaga kesehatan di tengah kondisi darurat gempa.
Meski bangunan Puskesmas Laja alami kerusakan parah setelah diguncang gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026). Ruang bersalin pun turut terdampak sehingga tidak lagi dapat digunakan.
Akan tetapi kerusakan bangunan tidak menyurutkan semangat tenaga medis untuk tetap memberikan pelayanan di tengah gempa NTT. Para bidan dan tenaga kesehatan pun akhirnya memindahkan tempat tidur bersalin ke halaman Puskesmas.
Keenamnya senantiasa memberikan pelayanan kepada ibu-ibu yang hendak melahirkan di bawah tenda darurat. Karena listrik padam, para nakes pun terpaksa menggunakan senter HP untuk mendampingi pasien selama persalinan.
"Sejak pukul enam kemarin hingga jam 8 malam kami menggunakan senter HP untuk mendampingi pasien. Listrik baru menyala setelah jam delapan malam," ungkap Kepala Puskesmas Laja, Anastasia, dikutip dari Pos Kupang.
Baca juga: Spek Xiaomi 17T yang Bikin Ngiler, Kamera Pro Dalam Genggaman Dengan Lensa Telephoto Leica
Walaupun berada di kondisi darurat dengan penerangan seadanya, proses persalinan berjalan dengan lancar. Ibu dan bayi perempuan yang dilahirkan dalam kondisi sehat.
Mengenai aksi heroik ini, Kepala Puskesmas memberikan apresiasi kepada seluruh nakes yang berjuang memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.
"Saya apresiasi atas perjuangan teman-teman Nakes yang tetap memberikan yang terbaik di tengah kondisi darurat," ucap Anastasia.
Selain menangani persalinan, Puskesmas Laja tetap memberikan pelayanan kepada seluruh pasien umum dan balita, meski harus berada di bawah tenda darurat.
Kami harap informasi yang disampaikan di atas bisa membantu kamu mengulas mengenai update yang satu ini. Jangan lupa untuk selalu belajar hal baru setiap hari ya! Terimakasih sudah membaca!