Tuesday 18th of August 2026
×

Ini Rincian Proyek IKN 2025-2029 yang Habiskan Rp 48,8 Triliun APBN dan Rp 74 T Dana Swasta

Ini Rincian Proyek IKN 2025-2029 yang Habiskan Rp 48,8 Triliun APBN dan Rp 74 T Dana Swasta

--

ASCOMAXX.com – Di bawah ini adalah pembahasan informasi mengenai Proyek IKN Pakai Dana APBN Rp 48,8 Triliun yang wajib kamu tahu. Langsung saja simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum hingga slide berikutnya!

IKN merupakan singkatan dari Ibu Kota Nusantara, yaitu wilayah yang sedang dibangun untuk menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia guna menggantikan Jakarta.


Proyek ini terletak di Provinsi Kalimantan Timur, tepatnya mencakup sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ibu kota dipindahkan dari Jakarta ke lantaran Jakarta telah menanggung beban yang terlalu berat. Beban ini mencakup populasi yang terlalu padat, kemacetan parah, penurunan permukaan tanah, ancaman banjir, serta krisis air bersih. Selain itu, pemindahan ini bertujuan mewujudkan pemerataan ekonomi agar tidak terpusat di Pulau Jawa.

Baca juga: Jadwal Demo Hari Ini jakarta Titik Aksi di Bundaran HI, Ambil Jalur Alternatif Ini Supaya Tidak Terjebak Macet

Baca juga: Geger! Eks Wamenaker Noel Dapat Remisi HUT RI 1 Bulan Bersama 20.500 Napi Jabar, 330 Diantaranya adalah Koruptor

Baca juga: Kronologi Kebakaran 17 Barak Polres Mamberamo Tengah Papua Pegunungan Diduga Terjadi Karena Korsleting Listrik

Rincian Proyek IKN Pakai Dana APBN Rp 48,8 Triliun

Dana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 48,8 triliun untuk periode 2025-2029.

Yang mana anggaran tersebut dialokasikan untuk tiga tahap pembangunan. Terkait dengan hal ini, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengatakan tiga tahap pembangunan mencakup gedung perkantoran, akses jalan, dan rumah susun.

Pertama, diproyeksikan untuk pembangunan konektivitas mendukung investasi seperti peningkatan akses jalan 12,1 km pada Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) 1B dan 1C, penataan kawasan Sepaku, hingga penataan ruang terbuka hijau (RTH).

Kedua, alokasi anggaran dari APBN ini juga digunakan untuk membangun kawasan perkantoran lembaga legislatif dan yudikatif serta infrastruktur pendukung lainnya. Secara rata-rata, progres pembangunan kawasan tersebut telah mencapai 13,6%.

Ketiga, pembangunan hunian vertikal negara dan infrastruktur pendukungnya. Pada tahap ini, pembangunan meliputi hunian personel lembaga legislatif, yudikatif, dan ASN serta infrastruktur pendukung lainnya seperti jalan hingga penataan kawasan.

Berikut rincian sumber pendanaan dan proyek pembangunan IKN:

Batch 1 (2025)

1. 12,1 km peningkatan jalan akses KIPP 1B & 1C
2. Penataan kawasan Sepaku
3. Penataan RTH

Batch 2 (2025-2027)

1. Gedung DPR
2. Gedung DPD
3. Gedung MPR
4. Gedung Sidang Paripurna
5. Gedung MA
6. Gedung MK dan KY
7. Kantor Pendukung
8. Jalan Kawasan Legislatif
9. Jalan Kawasan Yudikatif
10. Jalan Kawasan Pendukung KIPP 1A
11. Embung KIPP 1B
12. Embung KIPP 1C
13. Kolam Retensi
14. Jaringan Perpipaan Air Minum

Baca juga: Spek Xiaomi 17T yang Bikin Ngiler, Kamera Pro Dalam Genggaman Dengan Lensa Telephoto Leica

Baca juga: POCO F9 Pro VS F9 Ultra Gacor Mana? Segera Masuk Indonesia! Bawa Spesifikasi Flagship yang Makin Ciamik

Baca juga: Intip Harga dan Spesifikasi Honor X7d, Miliki Memori 512GB dan Bisa Simpan Lebih dari 120 Ribu Foto

Batch 3 (2026-2028)

1. Hunian personel lembaga legislatif, yudikatif, dan ASN
2. Infrastruktur pendukung (jalan & MUT,sanitasi, air minum, penataan kawasan)

Kerja Sama Pemerintah & Badan Usaha (KPBU) Rp 134,22 Triliun

Pemrakarsa Hunian

1. Intiland (109 rumah tapak, 41 tower rusun)
2. Nindya (8 tower rusun)
3. Guangxi - DMT (11 tower rusun)
4. Samsung C&T (21 tower rusun)
5. PJ-IC (20 tower rusun)
6. IJM-CHEC (20 tower rusun)
7. PT Hutama Karya (10 tower rusun)

Pemrakarsa Jalan & MUT

1. PT Sumber Mitra Jaya (17,67 km)
2. CSCEC (31,36 km)
3. PT Adhi Karya (15,48 km)
4. Nindya - Brantas (21,67 km)
5. CHEC - IJM (26,9 km)
6. Guangxi - DMT (21,04 km)

Investasi Swasta Rp 74,54 Triliun

1. PT Dejem Nusantara Development
2. PT Dian Jaya Indonesia
3. PT Starbright International Investment
4. PT Panca Karya Sentosa
5. PT Fajar Maju Karya Gemilang
6. PT Plataran Boga Rasa
7. PT Haupstadt Indonesia Borneo
8. PT Electronic City Indonesia
9. dan lain-lain

Nah, jadi itulah update informasi terbaru yang sudah kami rangkum khusus untuk kamu pada kesempatan kali ini yang mengulas mengenai berita terbaru kali ini. Terimakasih sudah membaca update artikel kali ini. 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST