Link Video Perselingkuhan Guru SMKN 1 Mempawah Hilir Diduga Viral, Kini Tak Lagi Mengajar!
--
Sebuah video viral yang menduga adanya perselingkuhan antara dua guru di SMKN 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, memicu aksi protes siswa. Pada Rabu pagi (5 Agustus), setidaknya 700 siswa, yang dipimpin oleh Ketua Komite Sekolah, menggelar unjuk rasa menuntut pemberhentian kedua guru yang terlibat tersebut.
Ketua Komite Sekolah, Aidimansyah, yang mendampingi ratusan siswa dalam aksi protes tersebut, mendesak pihak sekolah untuk menonaktifkan kedua guru—yang diidentifikasi dengan inisial US dan SNR—dari seluruh tugas mengajar.
Aksi ini dipicu oleh beredarnya video viral yang memperlihatkan kedua guru tersebut berada di sebuah hotel di Sungai Pinyuh; akibatnya, muncul tuntutan agar mereka mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
"Kami harap para siswa tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan lingkungan sekolah. Biarkan permasalahan ini diselesaikan oleh pihak sekolah bersama komite dan Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar," ujar Aidimansyah seraya berupaya menenangkan para siswa.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SMKN 1 Mempawah Hilir, Bambang Juwarno, meminta seluruh siswa untuk menghindari perilaku atau tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun merusak fasilitas sekolah.
"Saya minta agar siswa menyerahkan permasalahan ini kepada pihak yang terkait yakni sekolah bersama Dinas Pendidikan Pemprov Kalbar, serta Komite Sekolah," ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang meminta para siswa untuk membubarkan diri dan kembali ke kelas masing-masing guna melanjutkan kegiatan belajar.
Baca juga: Heboh! Bunker Rahasia Ditemukan di Lokasi 995 Senjata Senpi Tersimpan, Polisi Diminta Bongkar Isinya
"Silahkan siswa kembali ke kelas untuk kembali belajar seperti biasanya," pinta Bambang.
Sementara itu, Kapolsek Mempawah Hilir, Iptu Edi Marwan, yang berada di lokasi untuk memantau jalannya aksi protes, mengimbau para peserta agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri.
"Para siswa lebih tenang, karena permasalahan ini masih dalam tahap pendalaman. Jadi, serahkan semuanya kepada pihak sekolah dan komite sekolah untuk memastikan kebenaran atas permasalahan yang ada," katanya.
Selanjutnya, pihak sekolah mengadakan pertemuan yang melibatkan Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan perwakilan siswa. Pertemuan tersebut menghasilkan pernyataan bersama yang memuat tiga poin.
Pertama, para siswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada kedua guru—yang diidentifikasi dengan inisial US dan SNR—atas peran mereka dalam melaksanakan proses pendidikan. Namun, menanggapi permasalahan yang mencuat di media sosial, diputuskan bahwa kedua guru tersebut tidak lagi diizinkan mengajar para siswa.
Terakhir, terkait posisi pengajar yang dimaksud, Kepala Sekolah diminta untuk mencari pengganti melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat.
Setelah mediasi, personel keamanan dari Polsek Mempawah Hilir mengawal para guru—yang terlibat dalam dugaan perselingkuhan—meninggalkan lokasi. Langkah pengamanan ini diambil untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.