Friday 7th of August 2026
×

Ratusan Siswa SMKN 1 Mempawah Hilir Demo Buntut Video Viral Guru Pengajar, Diduga Terlibat Perselingkuhan!

Ratusan Siswa SMKN 1 Mempawah Hilir Demo Buntut Video Viral Guru Pengajar, Diduga Terlibat Perselingkuhan!

--

ASCOMAXX.com - Sekitar 700 siswa SMK Negeri 1 Mempawah Hilir di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menggelar aksi unjuk rasa di lingkungan sekolah pada Rabu (5 Agustus 2026). Para siswa menuntut agar dua orang guru diberhentikan dari tugas mengajar setelah keduanya menjadi sorotan di media sosial terkait dugaan perselingkuhan.

Baca juga: Apa Itu Roblox Family Zone dan Bagaimana Cara Mainnya? Fitur Baru yang Ajak Orang Tua Ikut Main dengan Anak!


Baca juga: Heboh! Bunker Rahasia Ditemukan di Lokasi 995 Senjata Senpi Tersimpan, Polisi Diminta Bongkar Isinya

Aksi protes dimulai sekitar pukul 09.20 WIB. Didampingi oleh Komite Sekolah, para siswa menyampaikan daftar tuntutan kepada pihak sekolah, mendesak adanya tindakan segera terkait masalah yang telah viral di media sosial tersebut.

Namun, pihak kepolisian mengingatkan para siswa untuk tetap menjaga ketertiban saat menyuarakan aspirasi mereka. Kapolsek Mempawah Hilir, Iptu Edi Marwan, menyatakan bahwa personel kepolisian dikerahkan ke lokasi untuk memastikan aksi unjuk rasa berjalan aman dan tidak mengganggu kegiatan sekolah.

Polisi juga mengimbau para siswa agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik sekolah.

"Kami mengimbau para siswa agar tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik sekolah," ujar Edi dalam keterangannya pada Rabu (5 Agustus).

Edi meminta para siswa untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang beredar. Ia menyampaikan bahwa masalah tersebut masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak sekolah bekerja sama dengan Komite Sekolah.

"Permasalahan ini masih dalam proses pendalaman. Biarkan pihak sekolah dan komite melakukan pendalaman terkait benar atau tidaknya kejadian tersebut," katanya.

Selain menjaga ketertiban, para siswa diminta untuk tidak merusak atau mengganggu fasilitas sekolah saat menyampaikan aspirasi mereka.

Sekitar pukul 10.00 WIB, pihak sekolah mengadakan pertemuan di aula sekolah. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Mempawah Hilir, Komite Sekolah, dan perwakilan siswa.

Dalam forum tersebut, para siswa menyampaikan tuntutan mereka terkait kedua guru yang dimaksud. Kedua guru yang disebut dalam tuntutan tersebut adalah Usmadi, guru Pendidikan Agama Islam, dan Sri Novi Riani, guru Pendidikan Pancasila.

Para siswa menuntut agar kedua guru tersebut tidak lagi mengajar di SMKN 1 Mempawah Hilir. Selain itu, mereka meminta Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat untuk menyediakan guru pengganti agar proses belajar-mengajar dapat terus berjalan tanpa gangguan akibat kontroversi yang sedang terjadi.

Baca juga: Kasus Kematian Dokter PPDS Riau Kembali Terkuak, Proses Autopsi Ditemukan Zat Mematikan di Tubuh Dokter!

Baca juga: Heboh! Bunker Rahasia Ditemukan di Lokasi 995 Senjata Senpi Tersimpan, Polisi Diminta Bongkar Isinya

Tuntutan ini muncul setelah beredarnya konten di media sosial yang menduga adanya hubungan tidak pantas antara kedua guru tersebut. Namun, kebenaran narasi yang beredar itu masih dalam penyelidikan, dan belum ada kesimpulan resmi yang membenarkan dugaan tersebut.

Komite Sekolah mengimbau seluruh siswa untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang tidak pantas selama masalah ini ditangani. Para siswa diminta untuk kembali mengikuti kegiatan belajar sembari menunggu langkah selanjutnya dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat.

Pihak sekolah dan komite diharapkan memberikan klarifikasi serta melakukan penyelidikan menyeluruh sebelum mengambil keputusan terkait pihak-pihak yang terlibat. Usai pertemuan, kedua guru yang menjadi sasaran tuntutan siswa tersebut dikawal keluar dari lingkungan sekolah.

Pengawalan dilakukan oleh personel dari Polres Mempawah dan Polsek Mempawah Hilir demi menjamin keamanan dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.20 WIB.

Pihak kepolisian melaporkan bahwa situasi di sekolah tetap tertib. Setelah aksi protes usai, para siswa kembali mengikuti kegiatan belajar di kelas seperti biasa. Insiden ini bermula dari informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan perselingkuhan yang melibatkan dua tenaga pendidik di SMKN 1 Mempawah Hilir.

Baca juga: Kasus Kematian Dokter PPDS Riau Kembali Terkuak, Proses Autopsi Ditemukan Zat Mematikan di Tubuh Dokter!

Baca juga: Kasus Kematian Dokter PPDS Riau Kembali Terkuak, Proses Autopsi Ditemukan Zat Mematikan di Tubuh Dokter!

Namun, informasi yang beredar secara daring tersebut belum dapat dianggap sebagai konfirmasi atas peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Pihak sekolah dan Komite Sekolah terus melakukan penyelidikan, sementara tuntutan para siswa telah disampaikan kepada pihak berwenang terkait. Penanganan masalah selanjutnya akan melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, sesuai dengan kewenangan dan peraturan yang berlaku.

Sembari menunggu hasil penyelidikan, semua pihak diimbau untuk menahan diri dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi guna mencegah masalah ini berkembang menjadi fitnah atau mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah.

Baca juga: Kasus Kematian Dokter PPDS Riau Kembali Terkuak, Proses Autopsi Ditemukan Zat Mematikan di Tubuh Dokter!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST