Hamzah Batik Malioboro Milik Siapa? Begini Kondisi Terbarunya, Toko Legendaris Usai Kebakaran Hebat!
--
ASCOMAXX.com - Siapa pemilik Hamzah Batik Malioboro? Pertanyaan ini kembali mencuat menyusul kebakaran yang melanda toko batik dan pusat oleh-oleh legendaris—yang terletak di jantung kota Yogyakarta—pada dini hari Senin, 28 September 2026.
Kebakaran yang terjadi di kawasan Malioboro ini menarik perhatian besar masyarakat. Hamzah Batik bukan sekadar toko oleh-oleh; tempat ini telah menjadi destinasi belanja yang sangat lekat dengan identitas pariwisata Yogyakarta.
Lantas, siapa pemilik Hamzah Batik Malioboro? Bagaimana sejarah dan perjalanan bisnisnya hingga menjadi begitu terkenal di kalangan wisatawan? Berikut adalah profil lengkap dan fakta-faktanya.
Siapa Pemilik Hamzah Batik Malioboro?
Hamzah Batik didirikan oleh Hamzah Sulaeman, seorang pengusaha dan seniman terkemuka di Yogyakarta. Sebelum menggunakan nama Hamzah Batik, toko yang berlokasi di Jalan Margo Mulyo, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta ini lebih dikenal masyarakat luas dengan nama Mirota Batik.
Hamzah Sulaeman merupakan generasi kedua dari keluarga besar Mirota Group, sebuah jaringan bisnis keluarga terkemuka di "Kota Pelajar" (Yogyakarta). Seiring dengan perkembangan bisnis dan identitas mereknya, Mirota Batik menjalani proses rebranding dan mengadopsi nama Hamzah Batik.
Nama Hamzah Batik pun semakin mantap dikenal sebagai pusat batik, kerajinan tangan, oleh-oleh, dan berbagai produk khas Yogyakarta.
Hamzah Sulaeman dan The House of Raminten
Jejak Hamzah Sulaeman dalam dunia bisnis Yogyakarta tidak terbatas pada Hamzah Batik saja. Ia juga dikenal sebagai sosok di balik The House of Raminten, sebuah tempat kuliner yang mengusung konsep unik dengan nuansa budaya Jawa yang kental.
Konsep ini memadukan unsur tradisional dengan sentuhan modern, menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Melalui berbagai usaha tersebut, Hamzah Sulaeman telah membangun karakter bisnis yang tidak hanya berorientasi pada perdagangan, tetapi juga menjunjung tinggi seni, budaya, dan identitas lokal.
Hamzah Sulaiman meninggal dunia pada tanggal 23 April 2025. Setelah wafatnya sang pemilik, pengelolaan Hamzah Batik dan unit-unit bisnis Raminten Group diambil alih oleh keluarga besar bekerja sama dengan manajemen internal perusahaan.
Kronologi Kebakaran Hamzah Batik Malioboro
Perhatian kembali tertuju pada Hamzah Batik Malioboro menyusul peristiwa kebakaran yang terjadi pada dini hari Senin, 28 September 2026. Kebakaran dilaporkan bermula sekitar pukul 01.30 WIB dan melahap lantai tiga serta lantai empat gedung toko tersebut.
Saat kejadian, warga setempat mengaku mendengar suara ledakan-ledakan kecil sebelum kobaran api membesar. Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran Kota Yogyakarta segera bergerak dengan mengerahkan 14 unit mobil pemadam ke lokasi kejadian.
Setelah operasi pemadaman selama tiga jam, api berhasil dipadamkan; tindakan cepat petugas mencegah api merambat ke bangunan lain di kawasan padat penduduk tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran Hamzah Batik Malioboro masih dalam penyelidikan.
Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik yang bermula di lantai empat, namun kepastian mengenai penyebabnya masih menunggu hasil penyelidikan resmi.