Wednesday 5th of August 2026
×

UGM Buka Suara Usai Dugaan Dokter PPDS Sindir Pasien BPJS di Media Sosial

UGM Buka Suara Usai Dugaan Dokter PPDS Sindir Pasien BPJS di Media Sosial

--

Baca juga: GEGER! Penemuan Jasad Tak Utuh dalam Karung di Depok, Warga Ungkap Sempat Akan Dibakar

Baca juga: Pemerintah Uji Coba Tabung Gas CNG 3 Kg Merah Putih di Jawa Barat, Jadi Alternatif LPG Bersubsidi


Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, mengatakan pihak kampus sudah mengetahui persoalan tersebut dan membahasnya secara internal.

"Kemarin ada diskusi internal di UGM, terutama di FKKMK," kata Made Andi ketika dikonfirmasi pada Rabu, 5 Agustus 2026. Ia menyebut pembahasan masih berlangsung dan pihak kampus belum menyampaikan hasil akhirnya.

"Saya akan update jika sudah ada hasil," ujarnya.

Sebelumnya, pihak RSUP Dr Sardjito juga memberikan penjelasan mengenai status EPR. Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, menegaskan bahwa dokter tersebut bukan pegawai rumah sakit, melainkan peserta pendidikan spesialis dari FKKMK UGM.

"Yang itu memang dilakukan oleh salah satu peserta didik. Jadi bukan pegawai RSUP Dr Sardjito. Dia murni peserta didik," kata Banu.

RSUP Dr Sardjito menyatakan akan berkoordinasi dengan FKKMK UGM untuk menelusuri persoalan tersebut. "Karena ini peserta didik, kami akan melakukan kolaborasi dalam penanganan permasalahan ini," ujar Banu. Pihak rumah sakit juga mengaku terkejut setelah unggahan tersebut menyebar luas, tetapi menilai diperlukan proses klarifikasi sebelum menarik kesimpulan.

Baca juga: Profil Ivar Jenner, Pemain Timnas Skuad Garuda yang Kepergok Jalan Berdua di Mal dengan Baila No Na

Baca juga: Tips Memasak Umbi Kimpul Viral Agar Tidak Gatal di Lidah, Ikuti 5 Langkah Mudah Ini!

"Dengan adanya unggahan seperti ini kami cukup kaget. Namun demikian, kami tidak bisa langsung menjustifikasi seperti apa kondisinya, sehingga kami akan melakukan klarifikasi bersama terlebih dahulu," tutur Banu.

Ia menambahkan bahwa rumah sakit bersama FKKMK UGM tetap berkomitmen menjaga lingkungan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang profesional, aman, serta berpegang pada etika kedokteran.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST