Monday 28th of September 2026
×

Viral! Warga Malang Laporkan Motor Hilang, Kades Diduga Minta Tebusan Rp1 Juta

Viral! Warga Malang Laporkan Motor Hilang, Kades Diduga Minta Tebusan Rp1 Juta

--

ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai dugaan pemerasan korban curanmor di Malang yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!

Kasus dugaan pemerasan yang menyeret Kepala Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Wijiati, tengah ditangani aparat penegak hukum. Ia dilaporkan seorang warga bernama Okta Ajeng setelah diminta membayar Rp1 juta sebagai uang tebusan sepeda motor milik keluarganya yang sebelumnya hilang.


Peristiwa tersebut bermula ketika sepeda motor Honda Supra Fit milik ayah Okta, Misdi, dilaporkan hilang pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Kendaraan itu disebut terakhir berada di kawasan kebun jeruk Jambi Gede, Desa Kemiri. Keluarga kemudian menyampaikan kehilangan tersebut kepada seorang perangkat desa berinisial N yang juga masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.

Baca juga: HEBOH! Wakil Rektor Universitas di Karo Ditemukan Tewas di Rumah, Polisi: 'Masih Diselidiki Penyebabnya'

Sehari setelah kehilangan, perangkat desa tersebut mendatangi rumah keluarga dan menyampaikan bahwa motor telah ditemukan di wilayah Kalipare. Keluarga mengaku heran karena sebelumnya mereka belum menyerahkan foto kendaraan, dokumen, maupun nomor polisi kepada pihak desa.

“Padahal kami belum memberikan foto, berkas, maupun nopol. Kok Tiba-tiba Pak Narko bilang motor sudah berada di Kalipare dan sudah dijual oleh pencurinya,” ujar Okta.

Keluarga kemudian mendatangi Kantor Desa Kemiri dan mendapati kendaraan tersebut sudah berada di sana. Dalam pertemuan itu, mereka mendapat informasi bahwa motor telah ditebus oleh kepala desa dari pihak yang disebut menjual kendaraan tersebut. Nilai uang yang dikeluarkan untuk menebus motor disebut mencapai Rp1 juta, yang kemudian diminta untuk diganti oleh keluarga korban.

Baca juga: Misteri Kematian Istri Dokter di Cirebon, Ditemukan Tewas Mengenaskan dengan Banyak Luka Tusuk

Okta akhirnya menyerahkan uang Rp1 juta tersebut kepada Wijiati. Namun, ia juga meminta agar identitas orang yang mencuri motor tersebut diberitahukan karena merasa berhak mengetahuinya. Permintaan itu disebut tidak dipenuhi.

“Saya bilang mau bayar (Rp 1 juta), tapi saya ingin tahu pelakunya, karena saya merasa itu hak saya. Tapi saya dibilang tidak perlu tahu,” katanya.

Percakapan saat berada di kantor desa ternyata direkam oleh Okta. Rekaman tersebut kemudian menjadi salah satu dasar bagi dirinya untuk melaporkan dugaan pemerasan kepada polisi. Sebelum laporan dibuat, N disebut sempat mendatangi rumah korban dan mengembalikan Rp500 ribu atau separuh dari uang yang sebelumnya dibayarkan. Menurut Okta, pengembalian itu disertai permintaan agar dirinya tidak meneruskan laporan.

Meski demikian, Okta tetap membuat laporan. Ia mengatakan juga akan melaporkan dugaan pencurian sepeda motor tersebut kepada polisi. Ia menilai persoalan tersebut bukan hanya menyangkut nominal uang, tetapi juga mempertanyakan mekanisme pencarian dan penebusan kendaraan tanpa sepengetahuan pemilik.

Baca juga: Profil dan Biodata Rahmat Erwin Abdullah, Harumkan Nama Bangsa! Lifter Indonesia yang Bawa Pulang Emas Kedua Asian Games 2026

“Saya melaporkan tindakan pemerasan oleh perangkat desa dan kepala desa. Untuk pencurian juga mau saya lanjutkan (laporkan juga),” ujarnya.

Pihak Pemerintah Desa Kemiri membenarkan adanya pengaduan tersebut. Sekretaris Desa Kemiri, Wida, mengatakan pemerintah desa sempat memfasilitasi pertemuan antara pihak-pihak terkait.

“Kejadian kehilangan Selasa (22/9) malam, untuk mediasi di kantor desa pada Rabu (23/9). Kami baru tahu kemarin (Kamis, 24/9) bahwa kasus tersebut menyebar hingga ramai di media sosial,” jelas Wida.

Sementara itu, Polres Malang memastikan laporan tersebut telah diterima dan kini berada dalam tahap penyelidikan. Di sisi lain, Inspektorat Kabupaten Malang juga melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait untuk menelusuri dugaan tersebut.

Kasi Humas Polres Malang AKP M Budiono mengatakan, “Korban sudah melapor. Sekarang dalam penyelidikan Reskrim.” 

Baca juga: Audi Marissa dan Anthony Xie Dikabarkan Siap Rujuk, PN Jaksel Masih Tunggu Hasil Mediasi

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST