Optimis Modernisasi! Pemerintah Tetapkan WFH Satu Hari Sepekan ASN Diperpanjang Hingga September 2026
--
Baca juga: Pemerintah Uji Coba Tabung Gas CNG 3 Kg Merah Putih di Jawa Barat, Jadi Alternatif LPG Bersubsidi
Selain mendorong pola kerja yang lebih fleksibel, kebijakan ini juga berkaitan dengan upaya pemerintah meningkatkan efisiensi. Pengurangan mobilitas ASN dinilai dapat membantu menghemat penggunaan energi dan biaya operasional, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam menjalankan pekerjaan birokrasi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa penerapan WFH turut dikaitkan dengan upaya mengurangi konsumsi bahan bakar.
“Ya tentu konsumsi-nya (BBM) turun. (Hitungan penghematan dari WFH) ada, nanti di kantong,” kata Airlangga ketika menjelaskan dampak kebijakan tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, pemerintah berharap pola kerja fleksibel ini dapat membentuk birokrasi yang lebih modern dan berorientasi pada hasil. Qodari menyebut evaluasi menjadi dasar penting dalam menentukan keberlanjutan kebijakan tersebut.
“Melalui pendekatan yang adaptif dan berbasis evaluasi, pemerintah optimistis budaya kerja baru ini akan menghasilkan birokrasi yang lebih modern, lincah, efisien,” ujarnya.
Baca juga: Tips Memasak Umbi Kimpul Viral Agar Tidak Gatal di Lidah, Ikuti 5 Langkah Mudah Ini!
Baca juga: Profil dan Motif Pelaku Perampokan Nenek di Cakung: Mengaku Eks Napi yang Terlilit Utang
Perpanjangan WFH tersebut tidak berarti ASN memperoleh tambahan hari libur. Pegawai tetap memiliki kewajiban memenuhi target pekerjaan dan memastikan pelayanan publik tidak terganggu. Karena itu, instansi pemerintah tetap perlu mengatur jadwal serta pembagian tugas agar fleksibilitas kerja tidak berdampak pada kualitas layanan.