Sunday 20th of September 2026
×

Jukir Alkid Akhirnya Buka Suara Usai Viral Tuduhan Pungli Food Truck Bolosego

Jukir Alkid Akhirnya Buka Suara Usai Viral Tuduhan Pungli Food Truck Bolosego

--

ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai klarifikasi jukir Alkid usai kasus food truck Bolosego viral yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!

Pengelola parkir di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta, Supriyo Dwi Hartanto, memberikan penjelasan setelah muncul dugaan pungutan liar terhadap food truck Bolosego. Persoalan tersebut sebelumnya ramai di media sosial setelah pemilik Bolosego mengaku harus membayar sejumlah biaya ketika hendak berjualan di kawasan tersebut.


Supriyo membenarkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi dengan pihak Bolosego mengenai rencana penggunaan lahan parkir untuk tempat berjualan. Menurut dia, area yang akan digunakan memiliki ukuran sekitar 25 x 5 meter dan disepakati sebagai tempat khusus untuk satu unit food truck.

Baca juga: Polisi Turun Tangan! Food Truck Bolosego Diduga Kena Pungli di Alkid Yogyakarta Viral Media Sosial

"[Lahan parkir] diblok untuk satu food truck, kami juga punya bukti (percakapan). Kami sterilkan takutnya kalau dipakai wisatawan nanti terganggu, karena kita sudah ada omongan sama pihak Bolosego," kata Supriyo di Polsek Kraton, Yogyakarta, Jumat (18/9/2026).

Supriyo menyebut kesepakatan penggunaan lahan tersebut bernilai Rp1 juta per hari. Ia mengatakan pembayaran itu berkaitan dengan area parkir yang disediakan dan dikosongkan agar food truck dapat beroperasi sesuai rencana. Menurut keterangannya, kesepakatan tersebut sebelumnya telah dibicarakan dengan pihak Bolosego.

Mengenai uang konsumsi yang juga menjadi bagian dari keluhan pihak Bolosego, Supriyo membantah bahwa pengelola parkir secara khusus meminta makanan. Ia mengklaim makanan tersebut justru diberikan atau ditawarkan oleh pihak Bolosego, bukan diminta sebagai pungutan.

Persoalan kemudian berkembang setelah Bolosego menghentikan aktivitas berjualan lebih awal. Usaha kuliner tersebut semula dijadwalkan beroperasi selama lima hari, tetapi hanya berjalan satu hari. Supriyo mengaku telah mengembalikan sebagian uang yang sebelumnya diterima setelah adanya pembicaraan mengenai penghentian kegiatan tersebut.

Baca juga: Kacau! 13 WNA Diduga Terlibat Bisnis Prostitusi Online di Bali, Imigrasi Amankan dan Ungkap Identitasnya

Supriyo juga menceritakan adanya komunikasi melalui pihak kepolisian terkait pengembalian uang.

"Perjanjiannya itu ketemunya mau di Polsek. Polsek telepon saya, 'ya, Pak, saya ke Polsek', tapi (resto) Bolosego malah ndak hadir. Akhirnya ditransfer sama ini (menunjuk salah satu jukir). Terus 'ya sudah, Mas, saya terima kasih'," ujarnya.

Sebelumnya, pemilik Bolosego mengungkap pengalaman tersebut melalui media sosial hingga menjadi perhatian publik. Ia menyebut terdapat sejumlah pembayaran yang harus dikeluarkan ketika food truck hendak menempati lokasi di Alkid. Setelah persoalan mencuat, pihak Keraton Yogyakarta menegaskan bahwa pembayaran parkir maupun permintaan lain yang dikeluhkan tersebut bukan bagian dari pungutan resmi Keraton.

Kasus ini kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Hermawan diketahui menemui pengelola parkir di kawasan Alkid pada Jumat malam untuk melihat langsung persoalan yang menjadi sorotan tersebut. Pemerintah masih perlu mencermati keterangan dari berbagai pihak untuk mengetahui duduk perkara secara utuh.

Baca juga: Pria di Serang Bantah Terlibat Tewasnya Sang Pacar, Saksi Berkata Lain

Dugaan pungutan tersebut masih menjadi persoalan yang ditelusuri. Keterangan Supriyo mengenai adanya kesepakatan pembayaran menjadi salah satu versi dalam polemik tersebut, sedangkan pihak Bolosego sebelumnya menyampaikan keberatan atas sejumlah biaya yang mereka alami. 

Nah, itu dia informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST