Thursday 30th of July 2026
×

Terjaring OTT, KPK Resmi Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Sita Rp2 Miliar

Terjaring OTT, KPK Resmi Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Sita Rp2 Miliar

--

Rincian Kasus Korupsi

Penyelidikan KPK terhadap Anom Widiyantoro mencakup dua klaster perkara yang unik, yaitu tindak pidana korupsi yang dilakukannya sekaligus posisi dirinya yang menjadi korban kejahatan lain: 
  • Klaster Pertama (Penyuapan): Anom diduga menerima suap dan melakukan pemerasan terkait proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Pemalang serta dugaan praktik jual beli jabatan.
  • Klaster Kedua (Pemerasan Oknum): Anom diketahui menjadi korban pemerasan oleh oknum staf administrasi KPK berinisial SBDO dan ayahnya yang menjanjikan pengondisian perkara.

Ia diduga diperas oleh oknum staf administrasi KPK berinisial SBDO beserta ayahnya. Oknum tersebut menjanjikan dapat mengondisikan atau menghentikan penyelidikan kasus yang tengah membidik Anom dengan imbalan sejumlah uang. Namun, upaya lancung tersebut gagal setelah tim internal KPK bergerak cepat mengamankan oknum mereka sendiri.

Baca juga: Viral Diduga Suami Cut Keke Selingkuh Setelah 20 Tahun Poligami Bukti Rekaman CCTV Jadi Sorotan, Gini Faktanya!


Baca juga: Kronologi Biby Alraen Istri Rifky Balweel Diancam Dipolisikan Wali Murid Buntut Masalah Anak, Ini Isi Laporanny

Baca juga: Pria 60 Tahun di Muncar Diciduk Polisi Usai Lakukan Tindakan Asusila ke 4 Bocah di Bawah Umur Dengan Iming-Iming Nonton Kartun

Dalam rangkaian OTT yang tersebar di wilayah Jakarta, Pemalang, dan Purworejo tersebut, tim satgas KPK berhasil mengamankan total 21 orang untuk dimintai keterangan. Tidak hanya itu, penyidik juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai yang nilainya ditaksir mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Uang tersebut diduga kuat sebagai bagian dari komitmen fee proyek yang hendak diserahkan kepada sang bupati. Menyusul penangkapan ini, penyidik langsung melakukan penyegelan terhadap Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemalang guna mengamankan dokumen-dokumen penting.

Meski demikian, ia sempat membantah tuduhan terkait keterlibatannya dalam praktik jual beli jabatan di wilayahnya. Kasus ini kini menjadi perhatian besar publik, mengingat besarnya komitmen awal Anom saat maju pilkada untuk membersihkan birokrasi Pemalang dari praktik korupsi.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST