Thursday 6th of August 2026
×

Geger! Belasan Pekerja Dapur MBG di Bima Diduga Terpapar Hepatitis, Dinas Kesehatan Sigap Lakukan Penelusuran

Geger! Belasan Pekerja Dapur MBG di Bima Diduga Terpapar Hepatitis, Dinas Kesehatan Sigap Lakukan Penelusuran

--

ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini akan berbagi informasi mengenai kasus relawan MBG di Bima terpapar hepatitis yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terkini!

Temuan dugaan kasus hepatitis pada belasan pekerja dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menjadi perhatian pemerintah daerah. Dugaan tersebut mencuat setelah petugas kesehatan melakukan skrining terhadap relawan dan pekerja operasional di sejumlah dapur MBG yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bolo dan Soromandi.


Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, membenarkan adanya pekerja dapur yang hasil pemeriksaan awalnya menunjukkan reaktif hepatitis. Namun, ia belum merinci jumlah pekerja yang dinyatakan reaktif di wilayah Kecamatan Bolo karena proses pendataan masih berlangsung.

Baca juga: Detik-Detik Pria Misterius Bakar Bendera Merah Putih di Bandung Jelang HUT RI, Polisi: 'Masih Kami Selidiki!'

Baca juga: Sosok Widya Rayi Fadhilah, Atlet Muda Voli Indonesia yang Meninggal di Usia 22 Tahun

"Iya betul. Berdasarkan laporan yang diberikan oleh tenaga kesehatan (nakes) lapangan ada sejumlah yang reaktif memang," kata Nurjanah saat dikonfirmasi wartawan. 

Temuan serupa juga diperoleh tim kesehatan di Kecamatan Soromandi. Kepala Puskesmas Soromandi, Nasaruddin, menyebut hasil skrining di dua dapur MBG menemukan sekitar 15 pekerja yang terindikasi positif hepatitis.

"Di Kecamatan Soromandi, satu dapur ada 10 orang yang positif dan satu dapur lainnya ada 5 orang," ujarnya.

Menindaklanjuti hasil tersebut, Puskesmas Soromandi telah memberikan rekomendasi kepada pengelola dapur MBG agar segera mengganti pekerja yang diduga terpapar hepatitis dengan tenaga lain yang sehat. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi potensi penularan sekaligus menjaga keamanan pengolahan makanan bagi para penerima manfaat program.

Selain melakukan skrining, petugas kesehatan juga mengevaluasi kondisi sanitasi di sejumlah dapur MBG. Hasil pemantauan menunjukkan masih ada dapur yang belum memenuhi seluruh standar kebersihan dan persyaratan higiene sanitasi, sehingga sejumlah rekomendasi perbaikan telah diberikan kepada pengelola.

Baca juga: Profil dan Biodata Yurizal Tri Chaerawan, Pasien BPJS yang Meninggal Usai Keluhkan Layanan Rumah Sakit Lamban

Baca juga: VIRAL! Komentar Nirempati Dokter Soal Pasien BPJS Tuai Kecaman, Sejumlah Nakes Akhirnya Minta Maaf

Meski demikian, status "reaktif" pada skrining belum otomatis menjadi diagnosis akhir hepatitis. Para pekerja yang hasil pemeriksaannya reaktif masih memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan jenis dan kondisi infeksi sebelum penanganan medis dilakukan.

Pemerintah daerah bersama fasilitas kesehatan setempat kini terus melakukan penelusuran terhadap seluruh pekerja dapur MBG yang berpotensi terdampak. Pemantauan kesehatan juga dilakukan guna memastikan tidak ada penyebaran lebih lanjut di lingkungan kerja maupun kepada masyarakat.

Sampai artikel ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pengelola Program Makan Bergizi Gratis mengenai tindak lanjut atas rekomendasi penggantian pekerja maupun hasil pemeriksaan lanjutan. Otoritas kesehatan menegaskan bahwa investigasi epidemiologi masih berlangsung untuk memastikan kondisi sebenarnya serta menentukan langkah penanganan berikutnya.

Nah, itulah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST