Ini Dia Platform Lowongan Kerja Bagi Warga Jabar dari KDM, Simak Proses Perekrutannya Disini!
--
ASCOMAXX.com – Bagi para pencari kerja, saat ini kamu bisa mengetahui informasi lowongan kerja (Lowker) secara mudah serta praktis. Karena, Pemprov Jawa Barat (Jabar) menyelenggarakan bursa kerja yang ditayangkan secara langsung (live) di media sosial (medsos).
Yakni di akun TikTok resmi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan nama akun Kang Dedi Mulyadi @dedimulyadiofficial yang disiarkan langsung setiap Rabu, mulai pukul 09.30 WIB.
Diinformasikan bahwa bursa kerja pada Rabu (16/9/2026), sudah disiarkan langsung dari Kabupaten Bekasi. Pada video di TikTok-nya Kang Dedi Mulyadi (KDM) -sapaan akrab Gubernur Jabar- sempat pula membahas sekaligus memberikan masukan kepada pihak penyelenggara bursa kerja.
Lebih lanjut KDM menjelaskan, bahwa dengan adanya layanan bursa kerja live dapat memudahkan masyarakat mencari pekerjaan. Yang mana masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke tempat pelaksanaan bursa kerja, serta tinggal melamar dari lokasi masing-masing.
Ketika live di akun Tiktoknya, KDM juga langsung memberikan informasi kepada masyarakat tentang perusahaan yang membuka lowker. Ia juga memberi tahu jumlah lowongan yang dibuka juga kualifikasi yang diperlukan seperti usia, jenis kelamin, dan pendidikan.
“Kami akan infokan lowongan kerja di Kabupaten Bekasi termasuk jenis lowongan kerja dan kualifikasi yang dibutuhkan,” ujar KDM, dikutip laman Pemprov Jabar, Kamis (16/9/2016).
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bekasi per Agustus 2025 mencapai 8,78 persen atau setara 145.620 orang.
Angka tersebut memuncaki daftar TPT tertinggi di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Padahal terdapat sekitar 9.100 perusahaan skala menengah juga besar yang beroperasi di Kabupaten Bekasi.
Atas dasar tersebut, Dedi menilai pertumbuhan investasi yang pesat di Jawa Barat belum berbanding lurus dengan akses kesempatan kerja untuk warga setempat.
Sebagian besar perusahaan masih menutupi informasi kebutuhan pekerja. Hal ini membuat jarangnya masyarakat yang mengetahui lowongan kerja. “Rekrutmen ada banyak tapi tidak transparan. Jadi warga tidak dapat informasi lowongan kerja,” ujarnya.
Selain minimnya transparansi, Gubernur Jabar juga menyinggung keberadaan sindikat calo tenaga kerja yang menarik sejumlah uang dari calon pekerja. Modus tersebut memaksa banyak warga lokal mengeluarkan modal besar. Bahkan hingga terjerat utang demi mendapatkan status pekerja kontrak.
Pola transaksi ilegal tersebut sangat memberatkan ekonomi keluarga kurang mampu. Dedi mendapati banyak orang tua yang terpaksa meminjam uang ke rentenir agar anak mereka bisa masuk ke pabrik. Namun nasib mereka justru makin terpuruk saat masa kontrak habis.