Wednesday 16th of September 2026
×

Kronologi Tragis WN Australia Diduga Cekik Dua Anak Kandung Hingga Tewas Sebelum Gantung Diri di Bungalow Legian Bali

Kronologi Tragis WN Australia Diduga Cekik Dua Anak Kandung Hingga Tewas Sebelum Gantung Diri di Bungalow Legian Bali

--

ASCOMAXX.com - Sebuah peristiwa memilukan mengguncang kawasan wisata Legian, Kuta, Bali. Seorang warga negara (WN) Australia berinisial SDJ (56) ditemukan tewas mengenaskan bersama dua anak kandungnya yang masih balita, ADS (6, laki-laki) dan LKS (4, perempuan).

Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, pihak Polresta Denpasar menduga kuat bahwa insiden tragis ini merupakan kasus pembunuhan anak yang diikuti dengan tindakan bunuh diri (murder-suicide) oleh sang ayah.


Baca juga: Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Suap Hak Guna Bangunan Kabupaten Bogor Senilai Rp1,5 Miliar yang Menyeret Nama Adrianto Pitojo Adhi

Kronologi Kejadian

Peristiwa kelam ini pertama kali terungkap pada Minggu pagi, 13 September 2026, sekitar pukul 08.30 WITA. Kecurigaan bermula ketika istri pelaku, TY (32), yang saat itu sedang berada di Jakarta untuk mengunjungi orang tuanya, mencoba menghubungi suaminya melalui telepon.

Dalam panggilan tersebut, sang istri sempat mendengar suara kegaduhan dan tangisan salah satu anaknya sebelum sambungan terputus secara sepihak. 

Merasa ada hal yang tidak beres, sang istri segera menghubungi seorang pekerja bangunan di dekat bungalow untuk mengecek kondisi keluarganya. Lantaran suasana penginapan tampak sepi tanpa aktivitas, pihak pengelola bungalow bersama kepala lingkungan setempat akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu kamar secara paksa. 

Baca juga: Samsung Galaxy A08 Siap Rilis, Cek Bocoran Spesifikasi dan Harga yang Digadang Bawa Baterai 6.000 mAh

Saat pintu terbuka, warga dikagetkan dengan pemandangan mengerikan. SDJ ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi tergantung pada terali besi jendela kamar. Sementara itu, kedua anak kandungnya ditemukan tergeletak tak bernyawa di atas lantai kamar dengan posisi tubuh saling bertindihan.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo David Simatupang mengungkapkan bahwa detik-detik sebelum pembunuhan tersebut sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di dalam bungalow. Sebelum melancarkan aksinya, pelaku kedapatan sempat menurunkan posisi kamera keamanan di ruang tengah agar tindakannya tidak tersorot sepenuhnya. 

Namun, audio dan sisa visual CCTV memperlihatkan momen yang sangat memilukan. Terdengar teriakan histeris dari anak laki-lakinya, ADS, saat sang ayah mulai melakukan kekerasan fisik. Sementara itu, anak perempuannya yang berumur 4 tahun, LKS, sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar kamar.

Baca juga: Kronologi Dugaan Penipuan Aisar Khaled Rp 5,7 Mencuat, Kepolisian Konfirmasi Laporan dari Korban!

Pihak kepolisian menyebut, dalam rekaman tersebut LKS yang ketakutan terdengar terus menangis dan berteriak, "I love you, Daddy! I love you, Daddy!" agar sang ayah menghentikan aksinya. Sayangnya, pelaku tetap mengejar dan membawa korban kembali ke dalam kamar secara paksa. Kedua anak malang tersebut diduga kuat meninggal akibat kehabisan oksigen setelah dibekap dan dicekik oleh pelaku. 

Dari hasil pemeriksaan saksi dan pihak keluarga, terungkap bahwa SDJ memiliki riwayat ketidakstabilan emosi akibat gangguan kecemasan akut (anxiety disorder) yang parah.

Korban dilaporkan sering didera rasa cemas berlebih hingga kerap memicu perselisihan dalam rumah tangga sejak tahun 2022. Pria asal Fremantle, Australia ini bahkan tercatat pernah melakukan percobaan bunuh diri sekitar satu bulan yang lalu menggunakan kabel setrika, namun berhasil digagalkan oleh sang istri.

Baca juga: HEBOH! Riza Syah dan Claudia Andhara Putus? Netizen Sorot Penyebab Berakhirnya Hubungan Lewat Akun IG Audie

Pihak kepolisian menyatakan tidak akan melanjutkan proses hukum pidana karena pelaku utama telah meninggal dunia. Jenazah ketiga korban saat ini telah dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, sementara pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Australia untuk proses pemulangan jasad. 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST