Profil Henry Rialdi, Deputi Komisioner Baru OJK yang Mengawal Bursa Mineral
--
Sebelum menduduki posisinya saat ini, Henry menjabat sebagai Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Pada posisi tersebut, ia memegang peran sentral dalam merumuskan kebijakan pasar modal modern serta menata infrastruktur awal bursa karbon di Indonesia agar sejalan dengan standar internasional.
Baca juga: Eks Karyawan Ungkap Pesangon Sritex Belum Cair, Ada yang Sudah Meninggal Dunia!
Baca juga: Berpeluang jadi PNS! Status Guru PPPK Kini Dialihkan Jadi Pegawai Pusat
Jauh sebelum itu, Henry juga sempat mengemban amanat sebagai Kepala Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK. Di sana, ia bertanggung jawab penuh atas penyusunan strategi dan koordinasi lintas sektor, khususnya di bidang keuangan berkelanjutan (sustainable finance). Pengalamannya pun mencakup sektor makroprudensial saat dipercaya menduduki posisi Direktur Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) OJK yang membawahi analisis risiko terintegrasi termasuk sektor perbankan.
Dari sisi latar belakang akademis, kapasitas profesional Henry ditopang oleh pendidikan tinggi berskala internasional. Ia merupakan alumnus dari The Ohio State University - The Max M. Fisher College of Business, sebuah institusi bisnis ternama di Amerika Serikat yang memperkuat analisisnya terhadap pergerakan pasar keuangan global.
Sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS, Henry Rialdi dihadapkan pada tugas besar untuk membangun ekosistem perdagangan komoditas yang kredibel.
Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen terbesar dunia untuk berbagai komoditas mineral strategis seperti nikel, bauksit, hingga tembaga. Namun, selama ini Indonesia belum mendapatkan nilai tambah yang optimal karena mekanisme pembentukan harga (price discovery) masih bergantung pada bursa luar negeri.