Wednesday 19th of August 2026
×

Kronologi Kasus Penembakan di Sekolah Filipina Viral, 3 Orang Tewas Kini Tas Siswa Diperketat

Kronologi Kasus Penembakan di Sekolah Filipina Viral, 3 Orang Tewas Kini Tas Siswa Diperketat

--

ASCOMAXX.com - Sebuah insiden penembakan mematikan kembali mengguncang sebuah sekolah Katolik di Kota Zamboanga, Filipina selatan, setelah seorang siswa membawa pistol kaliber  .45 ke dalam ruang kelas pada hari Selasa (18 Agustus 2026).

Peristiwa tragis ini berakhir ketika pelaku merenggut nyawa seorang teman sekelasnya dan kemudian mengakhiri hidupnya sendiri di lokasi kejadian.


Baca juga: Kepala Inspektorat Banda Aceh Ditetapkan jadi Tersangka, Usai Digrebek Hungan Sesama Jenis!

Baca juga: Kronologi Kebakaran 17 Barak Polres Mamberamo Tengah Papua Pegunungan Diduga Terjadi Karena Korsleting Listrik

Wali Kota Zamboanga, Khymer Adan Olaso, mengonfirmasi insiden tersebut dalam sebuah wawancara dengan radio setempat. Pelaku awalnya mengarahkan senjatanya ke arah seorang guru yang sedang duduk di meja, namun tembakannya meleset.

Setelah gagal mengenai target pertama, pelaku berpindah ke ruang kelas lain dan menembak seorang siswa hingga tewas. Rekaman video yang beredar di media lokal memperlihatkan sudut pandang orang pertama yang menampilkan moncong senjata bergerak menyusuri koridor sekolah.

Pihak berwenang telah memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian kini sepenuhnya terkendali. Polisi juga menyatakan bahwa tidak ada pelaku penembakan aktif lain yang berkeliaran di area sekolah.

"Pelaku sempat menembak guru yang sedang duduk di meja, namun tembakan itu meleset. Setelah itu, pelaku berpindah ke ruang kelas lain dan menembak seorang siswa yang kemudian meninggal dunia," ujar Wali Kota Khymer Adan Olaso, sebagaimana dikutip oleh BBC pada hari Selasa (18 Agustus 2026).

Baca juga: Ini Rincian Proyek IKN 2025-2029 yang Habiskan Rp 48,8 Triliun APBN dan Rp 74 T Dana Swasta

Kronologi Kasus Penembakan di Sekolah Filipina

Tragedi berdarah ini terjadi hanya dua bulan setelah insiden penembakan serupa di Kota Tacloban, Filipina tengah. Peristiwa yang terjadi dua bulan lalu itu mengakibatkan tiga siswa tewas dan 20 orang lainnya terluka di lingkungan sekolah.

Baca juga: Jadwal Demo Jakarta Hari Ini 18 Agustus 2026, Ambil Jalur Alternatif Supaya Tidak Terjebak Macet

Polisi mengidentifikasi dua remaja laki-laki sebagai pelaku utama penembakan massal di Kota Tacloban tersebut. Penyelidikan mengungkap bahwa salah satu pelaku sering memainkan gim daring yang menampilkan konten kekerasan ekstrem.

Pemerintah Filipina kini secara resmi melarang peredaran gim sandbox "Gorebox" di seluruh negeri. Senat Filipina juga sedang melakukan penyelidikan khusus untuk mengkaji dampak buruk gim komputer yang mengandung kekerasan terhadap kesehatan mental kaum muda.

Pihak berwenang di seluruh Asia Tenggara saat ini sedang mempertimbangkan untuk membatasi akses anak di bawah umur terhadap media sosial. Langkah tegas ini diambil menyusul kekhawatiran yang kian meningkat mengenai dampak negatif paparan konten digital terhadap perilaku remaja.

Baca juga: Laudya Cynthia Bella Tinggalkan Dunia Entertainment, Kondisi Terbaru Diungkap Sang Sahabat!

Baca juga: Kronologi Kebakaran 17 Barak Polres Mamberamo Tengah Papua Pegunungan Diduga Terjadi Karena Korsleting Listrik

Insiden serupa baru-baru ini terjadi di Thailand, di mana seorang remaja menewaskan delapan orang dan dirinya sendiri di sebuah sekolah. Otoritas Thailand mengonfirmasi bahwa pelaku sering mengonsumsi konten kekerasan di media sosial sebelum serangan tersebut.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST