Geger! BGN Hentikan Sementara SPPG Karangturi Semarang Usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan MBG
--
BGN juga menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan penerima manfaat MBG. Selain persoalan keamanan pangan, lembaga tersebut menyatakan akan menindak berbagai bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Baca juga: Siapa Iptu Setya Budi Dias Oktavianto? Baru Saja Terjaring OTT KPK Atas Dugaan Kasus Pemerasan
"Saya sebagai Kepala BGN yang baru ini, memastikan zero tolerance terhadap keracunan, tindak pidana korupsi, dan hanky-panky (tindakan menyimpang dan tidak jujur), titip-menitip duit, itu enggak boleh lagi," tegasnya.
Sudaryono meminta seluruh SPPG menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat. Ia menilai kepala SPPG harus mampu memastikan seluruh pekerja mematuhi aturan kebersihan dan keamanan pangan.
"Supaya tidak terulang lagi, harus ikuti SOP. Sistem juga diikuti, kemudian komandannya kepala SPPG. Saya paham Anda punya koki, pengawas gizi, atau orang-orang yang bekerja di situ, barangkali mungkin ada satu atau dua yang ngeyel, sehingga harus ada kepemimpinan yang tegas di situ," ujarnya.
Dia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan para petugas dapur dalam menjalankan prosedur kebersihan. Menurutnya, pekerja yang tidak mematuhi aturan seperti mencuci tangan, memakai sarung tangan, atau menggunakan masker harus diberikan sanksi tegas.
"Kalau misalnya ada di antara pegawai di dapur itu barangkali mungkin susah dikasih tahu untuk cuci tangan-lah, atau memakai SOP harus pakai sarung tangan, pakai masker, ya harus dikeluarkan, harus tegas ini! Karena kesehatan dan nyawa seseorang itu sangat berarti enggak boleh lagi (ada toleransi)," pungkasnya.
Nah, demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!