Friday 6th of November 2026
×

3 Prajurit TNI Gugur Usai Heli Mi-17 Jatuh dalam Misi Pemadaman Karhutla

3 Prajurit TNI Gugur Usai Heli Mi-17 Jatuh dalam Misi Pemadaman Karhutla

--

ASCOMAXX.com – Tiga prajurit TNI AD gugur pada misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Helikopter yang dikendarai mereka jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

Ketiga prajurit yang gugur, yakni Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, juga Sertu Anumerta Heri Prasetyo.


Helikopter MI-17V5 milik TNI AD dengan nomor registrasi HA-5235 tersebut jatuh saat tengah mengambil air laut untuk keperluan water bombing, yaitu metode pemadaman api dari udara dengan menjatuhkan air ke titik kebakaran.

Baca juga: Siapa AKBP Rossa Purbo Bekti? Ini Dia Sosok Eks Penyidik KPK yang Hanya Tiga Pekan Menjabat Kapolres Bangkalan

Terdapat delapan personel dalam helikopter yang lepas landas dari Kuala Pembuang tersebut, termasuk tiga prajurit yang gugur.

"Turut berduka cita atas musibah kecelakaan Helikopter Mi-17 TNI AD yang bertugas dalam Satgasud Penanggulangan Karhutla di Kalimantan," demikian keterangan Pangkalan Udara Utama TNI Angkatan Udara (Lanumad) Ahmad Yani dikutip dari akun Instagram @lanumad_ahmad_yani, Kamis (5/11).

Jenazah Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah berserta Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar tiba di Lanumad Ahmad Yani, kompleks Penerbad, Semarang, Jawa Tengah.

 

KASAD juga berharap proses evakuasi terhadap jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo yang diduga masih terjebak di dalam bangkai helicopter bisa segera dituntaskan oleh tim SAR gabungan.

Baca juga: Spesifikasi Vivo Y32 5G dan Harga Terbarunya, Usung Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2 dengan RAM Besar

KSAD juga memastikan bahwa operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah tetap terus berjalan. KASAD menekankan bahwa, TNI AD sampau saat ini sudah mengerahkan sedikitnya 18.989 prajurit untuk membantu penanganan bencana karhutla di daratan Kalimantan.

Jumlah personel berskala besar tersebut mencerminkan komitmen serta keseriusan pemerintah dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan secara masif.

Suasana haru juga menyelimuti pihak keluarga korban. Orang tua almarhum Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar, Muharto, mengenang putranya sebagai sosok yang sangat berbakti. Sebelum terbang melakoni misi penanganan karhutla, almarhum sempat berkomunikasi dan berpamitan kepada sang ayah.

Sebelumnya, Helikopter Mi-17 milik Penerbad jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026). Musibah terjadi saat helikopter tengah mengambil air di perairan untuk operasi pengeboman air (water bombing).

Baca juga: Kontroversi Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Masih Memanas, Gelombang Protes Pencopotan Kapolres Menguat

Petugas gabungan masih mencari kotak hitam helikopter Mi-17 milik TNI AD yang jatuh di perairan Kabupaten Seruyan, Kalteng. Penyebab jatuhnya helikopter pemadam karhutla itu menunggu kotak hitam tersebut ditemukan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST