Mahasiswi S-3 Kedokteran UI Ditemukan Meninggal Dunia di Kosan Depok, Jenazah Telah Membusuk
--
ASCOMAXX.com – Seorang mahasiswi program doktor (S-3) Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia (UI) ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di kawasan Pondok Cina, Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (4/11/2026). Ketika ditemukan, kondisi tubuh perempuan berusia sekitar 40 tahun tersebut sudah membengkak.
Penemuan jasad mahasiswi UI tersebut menghebohkan penghuni indekos lainnya. Peristiwa tersebut terungkap usai penghuni mencium aroma tidak sedap yang berasal dari kamar korban.
Penjaga indekos yang menerima laporan kemudian berupaya memastikan sumber bau tersebut. Seusai kamar dibuka, korban ditemukan telah meninggal dunia. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi jasad korban dari dalam kamar. Penjaga indekos, Eva, mengatakan bau tidak sedap sebenarnya sudah tercium sejak Senin (2/11/2026). Akan tetapi, penghuni awalnya mengira bau tersebut berasal dari bangkai tikus atau sumber lainnya.
“Awalnya kita mencium bau tidak enak, sebenarnya itu dari hari Senin, tetapi masih positive thinking apakah bangkai tikus atau yang lain. Kita dobrak, saat ditemukan sudah bengkak. Almarhum warga Papua berusia sekitar 40 tahun,” ujar Eva, Rabu malam.
Menurut Eva, korban telah tinggal di indekos tersebut sejak Agustus 2026. Selama menetap, korban diketahui tidak banyak bersosialisasi dengan penghuni lainnya. Akibatnya, aktivitas keseharian korban tidak banyak diketahui oleh penghuni indekos.
Ketika pintu dibuka sekitar pukul 10.00 WIB, Hendra menjelaskan korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia serta kondisi tubuhnya mulai membusuk. Korban diduga sudah meninggal dunia sekitar 3-4 hari sebelum ditemukan.
Baca juga: 3 Prajurit TNI Gugur Usai Heli Mi-17 Jatuh dalam Misi Pemadaman Karhutla
Korban mahasiswi S3 Ilmu Kedokteran Fakultas Ilmu Keperawatan UI telah menempati kos tersebut sejak Agustus 2026. Berdasarkan penjelasan pihak pengelola kos, korban sudah menghuni kos sejak Agustus lalu dan selama tinggal di sana, korban dikenal cenderung tertutup serta jarang bersosialisasi.
"Petugas dari Polres Metro Depok dan Polsek Beji langsung mendatangi lokasi kejadian saat menerima laporan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan proses autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya," ujar Hendra.
Hendra mengungkapkan bahwa sampai kini, pihak kepolisian masih penyelidikan lebih lanjut. "Penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan, jasad korban telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
"Piket Reskrim melaksanakan cek TKP penemuan mayat dengan mendatangi TKP," kata Hendra. Terkait perkiraan waktu kematian, Hendra menyebut korban diduga telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, pemilik kos melaporkannya kepada Ketua RT setempat. Laporan kemudian diteruskan melalui layanan darurat kepolisian 110. Polisi telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).