707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Karangturi Dihentikan Sementara
--
Investigasi awal BGN mengarah pada sejumlah bahan makanan yang masih menunggu hasil pengujian laboratorium. Selain itu, waktu pengolahan makanan yang dinilai terlalu jauh sebelum jadwal distribusi juga menjadi salah satu hal yang tengah diperiksa.
"Sejauh ini, investigasi yang kami terima ada beberapa bahan, yakni daun singkong, bumbu rendang, dan lain-lain. Kita lagi minta dari dinas kesehatan untuk dicek laboratoriumnya. Kita butuh waktu paling tidak tujuh hari, lima hari kerja begitu, untuk sampai dengan hasilnya, kemudian, kita bisa lihat hasil lab-nya. Namun, sejauh ini investigasi kita adalah dari bahan-bahan itu dan diduga memasaknya jauh lebih awal," ungkap Sudaryono.
Untuk memperketat pengawasan, BGN juga mempercepat penggunaan sistem digital di dapur-dapur penyedia MBG. Sistem tersebut nantinya digunakan untuk mencatat berbagai tahapan produksi, termasuk waktu bahan diproses, kapan makanan dimasak, menu yang dibuat, serta bahan dan bumbu yang digunakan.
Baca juga: Profil Singkat Chelsy Kaltrin Chandra, Korban Pembunuhan Anak Dibawah Umur di Nabire
"Kita sudah siapkan sistemnya. Ini sekarang sedang kita paksa semua dapur, ada koordinator kecamatan dan lain-lain, sedang kita paksa kerja pakai sistem. Jadi, kapan kol mulai dicacah, kapan dimasak itu semua kita kunci, dan kita lagi siapkan ini (sistemnya), kita kebut semua," sambungnya.
Menurut Sudaryono, penerapan sistem tersebut diharapkan membuat proses pengolahan makanan lebih transparan dan mudah diawasi oleh pihak terkait. Orang tua siswa, guru, maupun dinas kesehatan nantinya dapat mengetahui informasi mengenai proses produksi makanan secara lebih jelas.