Monday 3rd of August 2026
×

707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Karangturi Dihentikan Sementara

707 Siswa dan Guru SMKN 6 Semarang Keracunan Usai Santap MBG, SPPG Karangturi Dihentikan Sementara

--

ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini akan berbagi informasi mengenai berita keracunan MBG di Semarang yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terkini!

Sebanyak 707 siswa dan guru SMK Negeri 6 Semarang dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 31 Juli 2026, dengan keluhan yang dialami korban antara lain pusing, mual, muntah, hingga diare. Dari total tersebut, 693 merupakan siswa dan 14 lainnya adalah guru.

Merespons kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi, Semarang. Penghentian dilakukan sembari menunggu proses penyelidikan serta pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti insiden keamanan pangan tersebut.

Baca juga: Jadwal dan Cara Mencairkan BLT Kesra Rp900 Ribu, Simak Tutorialnya Disini!


Baca juga: VIRAL! Link Video Yank Uwes Yank Semakin Banyak Dicari di Internet HD Full, Buruan Download Sebelum Dihapus!

Kepala BGN Sudaryono kemudian mendatangi sejumlah korban yang menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Rumah sakit yang dikunjungi antara lain RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum. Ia menyebut kondisi para korban secara umum telah membaik.

"Jadi, ini saya kunjungan ke Semarang merespons dari laporan adanya keracunan dari SMK Negeri 6 Semarang ya. Ada sekitar 700-an sekian yang dirawat, sebagian itu ada yang mual, ada yang terus-menerus buang air, dan seterusnya. Dari sekitar 700-an yang dirawat itu sebagian di rumah sakit, dan ada yang di puskesmas. Alhamdulillah, tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik," ujar Sudaryono.

Dinas Kesehatan Kota Semarang sebelumnya telah melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang mengalami keluhan. Petugas juga mengambil sampel makanan serta spesimen dari sejumlah korban untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Sebagian besar korban mendapatkan penanganan langsung, sedangkan sejumlah lainnya harus menjalani observasi lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST