Tuesday 15th of September 2026
×

2 Korban Penyanderaan KKB Berhasil Kabur, Ditahan 20 Hari Tanpa Makan dan Minum di Hutan Mimika

2 Korban Penyanderaan KKB Berhasil Kabur, Ditahan 20 Hari Tanpa Makan dan Minum di Hutan Mimika

--

ASCOMAXX.com - Dua dari sembilan warga yang diculik dan disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berhasil meloloskan diri. Keduanya bertahan hidup selama 20 hari tanpa makanan maupun air di dalam hutan sebelum akhirnya diselamatkan oleh warga setempat dan aparat kepolisian.

Kesembilan warga tersebut diculik setelah KKB menyerang pos keamanan TNI di Distrik Jila, Mimika, pada hari Senin (17 Agustus).


Kedua korban, yang diidentifikasi sebagai Demerina Uamang (23) dan Yosina Stenawatme (18), kemudian ditemukan di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Mimika, pada hari Senin (7 September).

Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, menyatakan bahwa korban bernama Demerina berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, pada hari Senin (14 September).

Baca juga: Isu Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby Mencuat, Begini Tanggapan dari Sang Komedian!

Sementara itu, Yosina telah dimakamkan karena ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Alhamdulillah, hari ini Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan dibantu oleh tokoh masyarakat yang ada di Mimika telah berhasil mengevakuasi satu korban selamat atas nama Demerina Uamang," ujar Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam keterangannya pada Senin (14 September 2026).

Informasi yang dilansir dari detik.com, Yusuf menjelaskan bahwa awalnya seorang kepala kampung datang ke Distrik Jila untuk melaporkan bahwa warga setempat telah menemukan seorang penyintas di wilayah Bela. Saat itu, warga setempat belum mengetahui identitas Demerina.

"Awalnya mereka tidak mengetahui siapa korban tersebut. Kemudian kami melakukan investigasi dan proses identifikasi. Hasilnya, benar bahwa adik Demerina Uamang merupakan korban penculikan yang terjadi pada 17 Agustus yang lalu," ungkapnya.

Yusuf mengungkapkan bahwa saat warga setempat menemukan korban, Demerina sedang bersama rekannya, Yosina. Namun, Yosina ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, yang diduga akibat kekurangan makanan selama mereka melarikan diri menyusuri hutan.

"Adik Demerina ini tidak sendirian. Pada saat ditemukan tanggal 7 September, bersama seorang rekannya, yaitu adik Yosina. Namun, sangat disayangkan, adik Yosina ditemukan telah meninggal dunia karena kondisinya sangat kurus dan tidak mendapat asupan makanan," ungkap Yusuf.

Para Korban Bertahan Hidup Selama 20 Hari Tanpa Makanan di Hutan

Yusuf menyatakan bahwa kedua korban bertahan hidup selama kurang lebih 20 hari dalam kondisi yang sangat berat di hutan. Mereka dilaporkan tidak mendapatkan makanan maupun air selama masa sulit tersebut, yang menyebabkan kondisi kesehatan mereka menurun drastis sebelum akhirnya ditemukan oleh warga setempat.

"Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Demikian juga adik Demerina Uamang ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah. Kemudian warga kampung yang ada di Bela berinisiatif membantu merawat sehingga adik Demerina ini bisa selamat," jelasnya.

Setelah menerima informasi tersebut, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz, bersama Kepolisian Mimika dan tokoh masyarakat, berkoordinasi untuk mempersiapkan evakuasi. Upaya penyelamatan awal sempat terkendala oleh cuaca buruk yang menghalangi helikopter untuk menjangkau lokasi.

Baca juga: Aisar Khaled Influencer Malaysia Diduga Lakukan Penipuan Rp 5,7 M, Kini Dilaporkan ke Kepolisian!

"Kegiatan ini menggunakan helikopter milik Satgas Operasi Damai Cartenz. Namun, setelah kita rencanakan, empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana," ungkap Yusuf.

Yusuf menyebutkan bahwa kondisi cuaca pada Senin pagi (14 September) dinilai cukup memadai untuk melanjutkan evakuasi. Sebuah tim yang terdiri dari personel Satgas Damai Cartenz, tokoh masyarakat, dan kepala desa kemudian berangkat untuk menjemput Demerina.

"Tadi pagi, Alhamdulillah, cuaca agak sedikit baik sehingga kita bisa masuk. Didukung personel Satgas Damai Cartenz dengan helikopter, didampingi tokoh masyarakat dan kepala kampung, kita melaksanakan evakuasi," ujarnya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST