Thursday 10th of September 2026
×

Korban Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Melonjak Jadi 11 Siswi, Polisi: 'Masih Kami Identifikasi'

Korban Guru Cabul SMAN 1 Pamanukan Melonjak Jadi 11 Siswi, Polisi: 'Masih Kami Identifikasi'

--

ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai korban kasus pelecehan seksual Guru SMAN 1 Pamanukan yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!

Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret seorang guru matematika di SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, memasuki perkembangan baru. Polisi menyebut jumlah siswi yang diduga menjadi korban bertambah menjadi 11 orang, dari sebelumnya hanya satu siswi yang diketahui melapor.


Kanit PPA Satreskrim Polres Subang, Aiptu Nenden Nurfatimah, mengatakan pendataan sementara menunjukkan terdapat 11 siswi yang diduga mengalami tindakan serupa. Meski demikian, hingga saat ini baru satu korban yang secara resmi membuat laporan dan telah menjalani pemeriksaan.

Baca juga: Disdik Jabar Perkuat Pengawasan Sekolah Usai Viralnya Kasus Dugaan Pelecehan oleh Guru SMAN 1 Pamanukan

“Sejauh ini berdasarkan pendataan kami sudah terdata ada 11 siswi yang diduga jadi korban. Namun yang laporan baru 1 orang yang viral kemarin," ujar Nenden, Rabu (9/9/2026).

Kepolisian berencana memeriksa seluruh siswi yang masuk dalam pendataan tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk menggali keterangan masing-masing korban sekaligus mendalami rangkaian dugaan tindakan yang terjadi di lingkungan sekolah.

"Kita akan panggil dan mintai keterangan dari 11 siswi yang diduga jadi korban, sejauh ini baru 1 yang melapor dan sudah dimintai keterangan," kata Nenden.

Sementara itu, guru yang disebut dalam perkara tersebut, Ahmad Taoji, telah berstatus tersangka dan ditahan di Rutan Polres Subang sejak Selasa (8/9/2026). Penahanan dilakukan untuk mendukung proses penyidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

"Guna pemeriksaan lebih lanjut, pelaku sudah kita amankan di Rutan Polres Subang," ucap Nenden.

Baca juga: GEGER! Video CCTV 21 Detik Kepala Sekolah dan Guru Pekalongan Viral Media Sosial, Disdikbud Beri Penjelasan

Kepala SMAN 1 Pamanukan, Edi Kanedi, menjelaskan bahwa perkara ini turut memicu aksi protes besar-besaran dari para siswa. Demonstrasi berlangsung setelah muncul informasi mengenai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum di lingkungan sekolah.

"Senin kemarin, ada keramaian anak-anak mendemo bahwa di sekolah ada peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum," ujar Edi.

Aksi tersebut diikuti mayoritas siswa dari kelas X hingga XII. Edi memperkirakan jumlah peserta mencapai 1.425 siswa. Ia juga membenarkan adanya perkembangan mengenai jumlah korban yang semula hanya satu orang kemudian bertambah setelah dilakukan pendalaman.

"Korban yang melapor secara pribadi melalui orang tuanya adalah satu orang. Kemudian setelah diselidiki ternyata banyak, terhitung 11 orang," ungkapnya.

Pihak sekolah kemudian menonaktifkan guru tersebut dari seluruh aktivitas di lingkungan pendidikan. Kebijakan itu diambil untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan kondusif sekaligus memberikan ruang bagi proses hukum.

Baca juga: Ini Dia Pengertian dan Karakteristik Letusan Strombolian Gunung Anak Krakatau

"Pelaku sudah dinonaktifkan dari aktivitas sekolah, demi kepentingan proses hukum," kata Edi.

Perkara ini sebelumnya mencuat setelah seorang siswi mengaku mengalami tindakan tidak pantas ketika berada di ruang guru. Saat itu, korban disebut sedang tertidur sembari menunggu giliran dipanggil bersama sejumlah siswa lain. Korban kemudian terbangun setelah diduga mengalami kontak fisik tanpa persetujuan.

Korban disebut mengalami kondisi terguncang setelah kejadian tersebut dan sempat mengalami respons membeku atau freeze. Setelah mampu bereaksi, korban berusaha meninggalkan ruangan. Ia kemudian menuju ruang OSIS dan memperoleh bantuan dari siswa lain. Peristiwa tersebut selanjutnya berkembang menjadi aksi protes siswa hingga kasusnya ditangani kepolisian.

Selain keterangan korban, polisi juga menelusuri bukti lain, termasuk tangkapan layar percakapan yang beredar dan diduga melibatkan guru tersebut dengan korban. Dengan bertambahnya jumlah siswi yang terdata, penyidik kini akan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang diduga mengetahui atau mengalami peristiwa tersebut untuk mengungkap perkara secara menyeluruh.

Baca juga: Menteri Purbaya Soroti Usulan Perampasan Aset bagi Penunggak Pajak, Minta Ada Batasan Jelas

Nah, demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST