Kronologi Resmi dr. Siti Zahra Maghfira Meninggal di Tower Sakura Kalibata City, Menkes Budi Gunadi Sadikin Angkat Bicara
--
ASCOMAXX.com – Informasi mengenai kronologi resmi dr. Siti Zahra Maghfira meninggal di Tower Sakura Kalibata City menjadi salah satu fokus pemberitaan utama nasional yang paling banyak dicari oleh masyarakat.
Kasus tewasnya dokter muda ini memicu perhatian besar dari publik, organisasi profesi kedokteran, hingga otoritas tertinggi di Kementerian Kesehatan RI akibat adanya sorotan tajam terhadap kesejahteraan psikologis tenaga medis.
Peristiwa darurat tersebut terjadi pada hari Minggu, 26 Juli 2026. Almarhumah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan setelah terjatuh dari unit tempat tinggalnya yang berada di lantai 18 Tower Sakura, Kompleks Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan.
Baca juga: Profil dan Biodata Endang Yustika, Influencer Cantik yang Viral Selepas Sebut Pengguna Threads Toxic
Kronologi Kejadian Berdasarkan Otoritas Kepolisian
Berdasarkan rilis berita acara pemeriksaan (BAP) dari Polsek Pancoran serta hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal oleh Tim Identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan, berikut adalah kronologi resmi insiden tersebut:
- Minggu, 26 Juli 2026 (Pukul 13.30 WIB): Ibu kandung korban mengajak almarhumah dr. Siti Zahra untuk pergi bersama menuju pusat perbelanjaan (mall). Namun, ajakan tersebut ditolak oleh korban dengan alasan ingin beristirahat di dalam kamar apartemen.
- Minggu, 26 Juli 2026 (Pukul 13.45 WIB): Sang ibu meninggalkan unit apartemen seorang diri menuju mall, sehingga korban berada sendirian di dalam unit lantai 18 tersebut dengan kondisi pintu terkunci dari dalam.
- Minggu, 26 Juli 2026 (Pukul 14.10 WIB): Petugas keamanan (security) Apartemen Kalibata City yang sedang berjaga di sekitar Tower Sakura mendengar suara benturan benda jatuh yang sangat keras.
- Pasca-Kejadian (Pukul 14.15 WIB): Petugas keamanan memeriksa sumber suara dan menemukan tubuh korban sudah tergeletak di area dak beton lantai bawah dalam kondisi meninggal dunia akibat luka benturan parah.
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin langsung angkat bicara memberikan pernyataan resmi terkait tragedi ini. Menkes menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan telah menerjunkan tim investigasi khusus untuk mendalami penyebab di balik kematian tragis dokter internship tersebut.
"Kemenkes sudah mengirimkan tim investigasi khusus untuk meneliti kasus ini. Kami menargetkan proses investigasi komprehensif ini selesai dalam waktu tiga sampai empat hari ke depan," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan persnya kepada awak media.