VIRAL! Sentra Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Kota Batu Sepi Pembeli, Imbas dari Penjual Ronde Jorok Campurkan Kuah Bekas Untuk Pembeli
--
Hasil penyelidikan Tim Satgas Gabungan menunjukkan sisa wedang ronde dari pedagang bernama Jarwo tersebut dimasukkan ke dalam ceret, sedangkan narasi yang beredar di medsos menyebut dimasukkan ke dalam panci.
Baca juga: Mobil Pelayanan Home Care Jember Tambah 50 Armada, Simak Tutorial Cara Pakainya Disini!
Usai dimasukkan ke ceret, sisa wedang ronde itu memang tidak langsung dibuang saat itu juga, melainkan dipastikan terpisah dari wedang ronde baru yang dijual kepada pembeli.
"Pernyataannya penjualnya tidak benar, karena kan tidak menggunakan panci, di beritanya itu kan menggunakan panci, sedangkan di pedagang menggunakan ceret. Jadi kalau misalnya ada sisa langsung dibuang, itu berdasarkan informasi dari pedagangnya," jelasnya.
Ia menyayangkan tidak adanya bukti berupa foto ataupun video yang dilampirkan oleh pihak yang memposting isu tersebut di medsos. Bahkan, pihaknya telah melakukan upaya menghubungi dan mengkonfirmasi, namun belum mendapat respons.
Pemkot Batu juga sudah mewajibkan seluruh pedagang PKL dan UMKM mencantumkan daftar harga produk supaya tidak ada wisatawan yang merasa dirugikan akibat ketidaksesuaian harga yang dibayarkan.
Berkaca dari pengalaman di sejumlah tempat wisata lain, kerap muncul kasus wisatawan yang terpaksa membayar kuliner dengan harga yang tidak sesuai.