VIRAL! Rafli Ridho Kepala SPPG Kalitengah Sidoarjo Resmi Dicopot dari Jabatannya Buntut Kasus Keracunan 700 Santri
--
ASCOMAXX.com – Badan Gizi Nasional (BGN) baru saja mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Sidoarjo, Rafli Ridho. Rafli dicopot atas kasus keracunan yang menimpa 748 santri dan siswa setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN Trenggono hanya mengatakan penindakan sudah dilakukan terhadap kepala dapur. "Bukan pemilik SPPG (yang ditindak), kepala dapur akan (sudah) dicopot," ungkap Trenggono di RSUD Notopuro, Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).
Trenggono memastikan Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho sudah dicopot. Pencopotan dilakukan usai operasional dapur SPPG tersebut dihentikan sementara menyusul kejadian keracunan massal.
"Sudah (kepala SPPG Kalitengah) begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan dan kepala dapurnya dicopot," ungkap Trenggono. BGN pun saat ini tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari dapur SPPG. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi salah satu indikator pada menentukan ada atau tidaknya unsur kesengajaan maupun kelalaian.
"Nanti kalau ada kesengajaan, atau kesalahan kelalaian maka akan disesuaikan dengan aturan," tutur Trenggono. “Apabila dapur nanti tidak melaksanakan SOP dengan baik, ada kesengajaan, dan tidak sesuai aturan BGN, bisa kita suspend permanen,” lanjutnya kemudian.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan hasil penelusuran awal menunjukkan makanan MBG dari SPPG Kalitengah sudah selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB. Makanan tersebut seharusnya sudah dikonsumsi pada pagi hari. Tetapi, dalam pelaksanaannya, makanan baru dikirim ke sekolah sekitar pukul 11.30-11.40 WIB dan dikonsumsi setelah pukul 12.00 WIB.
Menurut Sudaryono, jeda panjang antara makanan selesai dimasak, dikirim, sampai dikonsumsi menjadi salah satu hal penting yang sedang ditelusuri dalam kasus tersebut. Ia bahkan menyebut terdapat dugaan kelalaian yang disengaja karena prosedur distribusi tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
“Ini kelalaian yang disengaja. Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja,” tekan Sudaryono. Akan tetapi, penyebab pasti keracunan masih dalam proses investigasi.
Kasus ini berawal usai ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9/2026).
Sejumlah pelajar dari sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG Kalitengah juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Gejala yang dialami korban antara lain pusing, lemas, dan mual. Para korban kemudian dibawa ke sejumlah rumah sakit di Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan.
Hingga Jumat (4/9/2026) pukul 08.00 WIB, tercatat 748 pasien terdampak insiden tersebut. Dari jumlah itu, 20 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara 728 pasien telah keluar dari rumah sakit.