Profil dan Biodata Wandy Pratama, Pengusaha Pendiri KOMAR yang Baru Saja Tuai Kritik Usai Cemooh Pendemo
--
ASCOMAXX.com – Wandy Pratama, pengusaha yang berasal dari Makassar yang memiliki jaringan kedai kopi KOMAR, dibanjiri kritik seusai mengemukakan pandangannya melalui media sosial mengenai demonstrasi pada 28 Oktober 2026. Komentar tersebut dinilai kurang menunjukkan kepekaan terhadap kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
Pada pandangannya, demonstrasi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tersebut merupakan bentuk FOMO atau Fear of Missing Out. Penilaian yang sama ia tujukan terhadap para influencer serta KOL yang ikut dalam aksi tersebut.
Pernyataan tersebut kemudian memicu seruan boikot dari warganet. Mereka mengajak masyarakat memboikot semua cabang KOMAR yang menjadi bagian dari bisnis Wandy.
Pengusaha muda bernama lengkap Muhammad Wandi Pratama tersebut sebelumnya dikenal sebab kiprahnya merintis ekosistem ekonomi dengan landasan koperasi Islam atau syariah.
Gagasan tersebut ia wujudkan lewat KOMAR, kependekan dari Koperasi Kopi Masyarakat. Jaringan kedai lokal tersebut menjadi sarana pengembangan model usaha koperasi yang diusungnya.
Wandy menggabungkan kebiasaan anak muda berkumpul di kedai kopi dengan pengelolaan koperasi modern. Pendekatan tersebut pernah mengundang apresiasi luas di kalangan wirausaha nasional, sebelum komentarnya terkait demonstrasi menimbulkan polemik di media sosial.
Gaya bisnisnya yang memadukan budaya nongkrong anak muda menggunakan sistem koperasi modern sempat membuatnya mendapat banyak apresiasi di dunia wirausaha nasional, sebelum akhirnya terjerat polemik di media sosial.
Baca juga: Innalillahi! Ketua BPD Pemalang Meninggal Dunia Ketika Pidato di Pilkades
Sebelum terjun penuh menjadi sosiopreneur, Wandy memiliki latar belakang pekerjaan yang cukup mapan.
Wandy diketahui pernah bekerja di sebuah perusahaan investasi di kota Makassar. Akan tetapi, ia akhirnya memutuskan berhenti guna mengejar impian membangun usaha sendiri, bermodalkan aset tersisa dari bisnis lamanya yang sempat mandeg.
Wandy kemudian bangkit kembali berbekal satu mesin kopi lama senilai Rp15 juta dan mengajak 9 orang temannya bergabung. Dibanding menggunakan model bisnis konvensional atau mencari investor besar, Wandy memilih konsep koperasi syariah/Islam sebagai fondasi utama.
Usahanya saat ini berfokus pada kesejahteraan bersama anggotanya (Architect of Islamic Cooperative Economic Ecosystem). KOMAR sukses menciptakan pasar baru dengan menjual kopi berkualitas berkisar di harga Rp13.000-an.
Wandy diketahui tidak hanya memegang brand KOMAR Indonesia. Sosoknya juga mengembangkan gurita bisnis penunjang berbasis koperasi lainnya di bawah naungan pola ekosistem miliknya, seperti Pola The Coop (Platform/jejaring pengembangan koperasi), Pandorayaniaga (Unit bisnis perdagangan/suplai), dan Labper Burgers (Bisnis kuliner bidang burger).