Friday 4th of September 2026
×

Fakta Baru Kematian Mantan Istri Polisi di Medan: Winda Lorenza yang Diduga Dijual ke Wakapolda Sebelum Tewas

Fakta Baru Kematian Mantan Istri Polisi di Medan: Winda Lorenza yang Diduga Dijual ke Wakapolda Sebelum Tewas

--

ASCOMAXX.com - Jagat media sosial dikejutkan oleh pengakuan keluarga mendiang Winda Lorenza Gowasa yang menyebut korban sempat dijadikan umpan komersial atau "dijual" kepada oknum mantan pejabat tinggi Polda Sumut. Pernyataan kontroversial tersebut mencuat ke publik di tengah perjuangan pihak keluarga yang menuntut keadilan atas misteri kematian janggal korban.

Mantan istri dari anggota kepolisian Polsek Medan Sunggal, Brigadir Imansyah Harefa (IH), tersebut dilaporkan tewas secara mengenaskan. Namun, kasus ini mendadak menjadi perhatian nasional setelah pihak keluarga membeberkan klaim mengejutkan.


Baca juga: Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar, Mantan Stafsus Menag Gus Alex Sebut Oknum DPR Minta Fasilitas VIP di Mina

Semasa hidupnya, korban diduga pernah dijadikan umpan komersial atau "dijual" oleh mantan suaminya kepada atasannya yang kala itu menjabat sebagai Wakapolda Sumatera Utara sekitar periode 2020–2021.

Pernyataan kontroversial ini terlontar saat perwakilan keluarga menerima kunjungan resmi dari tim Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sumut. Pihak keluarga sengaja membuka tabir kelam masa lalu almarhumah ke hadapan publik.

Langkah tersebut diambil agar tidak ada framing negatif yang menyudutkan mentalitas korban pascakematiannya. Pengakuan liar yang telanjur viral ini langsung memicu reaksi berantai dari berbagai pihak, termasuk desakan penuntasan kasus secara transparan.

Baca juga: Profil Rafli Ridho, Kepala SPPG Kalitengah Sidoarjo yang Diusulkan Dicopot Akibat Kasus MBG di Tengah Kasus Keracunan Massal

Berikut adalah poin-poin utama terkait perkembangan kasus yang tengah viral ini:

1. Isi Pengakuan Keluarga dalam Video Viral

Video tersebut direkam saat keluarga menerima kunjungan Irwasda Polda Sumut. Salah satu perwakilan keluarga menyampaikan bahwa mental dan kehidupan Winda hancur setelah mantan suaminya, Brigadir IH, diduga menjadikannya umpan atau "menjualnya" kepada sang atasan yang menjabat sebagai Wakapolda saat itu. Pihak keluarga membagikan cerita ini agar publik tidak memberikan framing negatif terhadap almarhumah. 

2. Berawal dari Kasus Kematian yang Janggal

Dugaan ini mencuat ke publik setelah Winda Lorenza (30) ditemukan tewas di kamar mandi rumah Brigadir IH di Medan pada 2 Agustus 2026

  • Versi Polisi Awal: Korban diduga mengakhiri hidupnya sendiri menggunakan senjata api jenis revolver milik Brigadir IH.
  • Versi Keluarga: Pihak keluarga menolak keras kesimpulan bunuh diri. Mereka menemukan tanda kejanggalan seperti luka lebam dan bekas sayatan pada jenazah, sehingga resmi melaporkan kasus ini ke Polda Sumut sebagai dugaan tindak pidana pembunuhan. 

Baca juga: Buntut Sakit Hati, Ini Modus SDS Kemas Jasad Wanita dalam Kardus hingga Buat Sopir Curiga

3. Mantan Suami Ditahan Propam (Patsus)

Akibat kelalaiannya, Brigadir IH yang merupakan personel Polsek Medan Sunggal telah menjalani Penempatan Khusus (Patsus) oleh Bid Propam Polda Sumut sejak 10 hingga 29 Agustus 2026. Penahanan internal ini dilakukan karena ia dinilai lalai dan tidak cermat dalam mengamankan senjata api dinas miliknya hingga menyebabkan kematian korban.

4. Respons Resmi Kepolisian

Merespons video mengenai tuduhan "dijual ke Wakapolda" yang menyebar luas di media sosial, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menyatakan bahwa Bid Propam bersama Direktorat Siber dan Direktorat Reserse Kriminal Umum sedang menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Polisi menegaskan bahwa ucapan di video masih berupa klaim sepihak dan memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui pemeriksaan saksi-saksi.

Baca juga: Identitas 2 Mahasiwa KKN di Cianjur yang Viral, Usai Digerebek Karena Ketahuan Mesum!

5. Atensi Komisi III DPR RI

Kasus ini menarik perhatian nasional hingga Komisi III DPR RI turun tangan mendesak Polda Sumut mengusut perkara secara transparan. Rencananya, pihak kepolisian dan keluarga korban akan dipanggil ke Senayan untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) guna mengawal objektivitas penyelidikan.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih jauh. Pihak Polda menegaskan bahwa klaim keluarga tersebut masih berstatus sebagai kesaksian sepihak yang memerlukan proses verifikasi dan pencarian alat bukti hukum yang konkret. Kasus atensi publik ini dipastikan akan terus dikawal secara ketat guna mengungkap fakta yang sebenarnya di balik kematian Winda Lorenza.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST