Pembunuhan Satu Keluarga di Palu: Ayah dan Anak 2 Tahun Tewas, Istri Kritis Akibat Tikaman Rekan Kerja
--
Sementara itu, sang ibu kandung, NH, ditemukan petugas dalam keadaan masih bernyawa meski mengalami pendarahan hebat akibat luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya. NH langsung dilarikan ke instalasi gawat darurat Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk menjalani operasi darurat dan perawatan intensif.
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismailboby, mengonfirmasi bahwa identitas terduga pelaku pembantaian satu keluarga ini sudah berhasil dikantongi oleh tim penyidik. Pelaku merupakan seorang pria berinisial AK, yang diketahui berstatus sebagai rekan kerja korban di tempat pemotongan ayam tersebut.
"Kasus tersebut sedang ditangani dalam proses penyelidikan mendalam. Anggota Satreskrim Polresta Palu bersama jajaran terkait masih berada di lapangan dalam rangka pengejaran tersangka," tegas AKP Ismailboby dalam keterangan resminya kepada media. Dugaan motif awal penyerangan disinyalir akibat adanya perselisihan personal atau dendam pribadi di lingkungan kerja, namun polisi masih mengumpulkan bukti otentik untuk memastikannya.
Aksi kriminalitas ini memicu reaksi keras dari jajaran pimpinan daerah. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus mengecam tindakan keji yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Gubernur mendesak aparat kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas perkara agar keadilan bagi keluarga korban bisa ditegakkan.
Senada dengan Gubernur, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Zainal Abidin, turut mengeluarkan kecaman serupa. MUI menegaskan bahwa tindakan menghilangkan nyawa manusia tanpa hak bertentangan dengan hukum agama maupun hukum positif negara, serta mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai undang-undang yang berlaku.