Siapa Sutrimo? Penjaga Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah yang Ditemukan Tewas di Kebayoran Baru dengan Mulut Berbusa
--
- Kamis, 23 Juli 2026 (Pukul 07.30 WIB): Sutrimo sempat berinteraksi dengan rekan kerjanya di area rumah dan mengeluh bahwa kondisi tubuhnya sedang mengalami sakit [http://kompas.com].
- Kamis, 23 Juli 2026 (Pukul 08.45 WIB): Korban berinisiatif keluar dari rumah untuk berobat secara mandiri menuju Klinik Mordent yang berlokasi di Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan [http://kompas.com].
- Kamis, 23 Juli 2026 (Pukul 09.00 WIB): Setibanya di lokasi, korban mendadak jatuh pingsan dan ditemukan tidak sadarkan diri di area halaman depan Klinik Mordent [http://kompas.com]. Warga dan pihak klinik langsung melarikan korban ke instalasi gawat darurat RS Muhammadiyah Taman Puring [http://kompas.com].
- Pernyataan Rumah Sakit: Tim dokter RS Muhammadiyah menyatakan bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat pertama kali tiba di rumah sakit (death on arrival) [http://kompas.com].
Rencana Ekshumasi Makam Guna Autopsi Forensik
Baca juga: Oknum Petugas Lapas Tembak Perut Tukang Rongsokan di Lubuklinggau, Penyelidikan Masih Berlangsung
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengonfirmasi bahwa penanganan perkara kematian Sutrimo dilakukan secara profesional menggunakan metode scientific crime investigation . Langkah ini ditempuh untuk meredam rumor liar digital yang mengeklaim adanya busa yang keluar dari mulut korban serta isu miring lainnya.
Penyidik Reskrim bersama tim Kedokteran Forensik Biddokkes Polda Metro Jaya telah menjadwalkan tindakan ekshumasi atau pembongkaran makam jenazah Sutrimo di tempat pemakaman umum kampung halamannya di Banyumas . Melalui proses autopsi organ dalam, tim dokter forensik akan mencari tahu secara pasti penyebab medis kematian korban, apakah murni karena penyakit dalam atau terdapat indikasi lain .
Otoritas kepolisian kembali meminta masyarakat untuk berhenti mengaitkan kematian alamiah Sutrimo dengan narasi penembakan gelap . Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik akibat senjata api maupun senjata tajam pada tubuh luar korban saat dilakukan pemeriksaan awal pasca-kematian. Pihak siber kepolisian saat ini tengah memprofiling sejumlah akun media sosial yang sengaja menyebarkan video hoaks tentang isu penembakan ajudan mantan pejabat kejaksaan tersebut.