Rekam Jejak Korupsi Choirul Anwar: Sewindu Pimpin KBS, Kini Mendekam di Balik Jeruji Besi
--
ASCOMAXX - Di balik citra suksesnya menstabilkan manajemen Kebun Binatang Surabaya selama sewindu terakhir, profil Choirul Anwar kini disorot tajam akibat dugaan praktik rangkap jabatan yang koruptif. Mantan orang nomor satu di cagar satwa Surabaya ini diduga memanfaatkan kontrol absolutnya sebagai direktur utama sekaligus direktur keuangan untuk memanipulasi dana operasional hingga merugikan negara sebesar Rp10,2 miliar.
Selama memimpin, Choirul Anwar diketahui merangkap tiga jabatan manajerial kunci sekaligus, yakni sebagai Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan. Hal ini memudahkannya mengendalikan anggaran tanpa pengawasan ketat.
Baca juga: Modus Rangkap Jabatan, Eks Dirut KBS Choirul Anwar Tega Korupsi Dana Pakan Hewan Rp7,4 M di Rekening
Tersangka memerintahkan staf bagian keuangan untuk mencairkan dana kas, lalu menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) fiktif seolah-olah dana tersebut benar-benar terserap untuk kebutuhan operasional satwa. Dari total taksiran kerugian negara sebesar Rp10,2 miliar hasil audit BPKP Jatim, sebanyak Rp7,4 miliar diduga kuat mengalir langsung ke rekening pribadi tersangka untuk memenuhi kebutuhan personalnya.
Penyelewengan dana ini berdampak fatal pada kondisi Kebun Binatang Surabaya. Anggaran pakan yang dipangkas membuat banyak satwa kurus, kurang gizi, sakit-sakitan, bahkan cenderung mati. Selain itu, area fasilitas umum menjadi kotor, rusak, dan pembangunannya mandeg.
Akibat pemotongan anggaran ini, kualitas dan kuantitas pakan bagi koleksi hewan di Kebun Binatang Surabaya merosot tajam. Imbas nyata dari penyelewengan ini terlihat pada kondisi fisik satwa yang menjadi kurus, mengalami kurang gizi, rentan terserang penyakit, hingga beberapa di antaranya dilaporkan mati. Selain merugikan kesejahteraan satwa, kondisi fasilitas umum di dalam area kebun binatang juga menjadi terbengkalai, rusak, dan pembangunannya terhenti.