Wednesday 4th of November 2026
×

Profil Singkat Listyo Sigit Prabowo Tokoh Penting di Balik Konsep Transformasi Polisi yang Presisi dan Transparan

Profil Singkat Listyo Sigit Prabowo Tokoh Penting di Balik Konsep Transformasi Polisi yang Presisi dan Transparan

--

Perjalanan Karier dan Posisi Strategis

Karier Listyo Sigit melejit lewat berbagai posisi strategis, mulai dari wilayah lokal hingga memimpin penegakan hukum di tingkat nasional:

  • Hubungan dengan Joko Widodo: Kariernya mulai dikenal luas saat menjabat sebagai Kapolresta Surakarta pada tahun 2011, masa di mana Joko Widodo masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Kedekatan profesional ini berlanjut ketika ia terpilih menjadi Ajudan Presiden Jokowi pada tahun 2014.
  • Kapolda Banten (2016): Setelah bertugas sebagai ajudan presiden, ia dipromosikan menjadi Kepala Kepolisian Daerah Banten.
  • Kabareskrim Polri (2019–2021): Ia memimpin Badan Reserse Kriminal Polri menggantikan Idham Azis. Salah satu kasus menonjol yang ditanganinya adalah penangkapan buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra.

Baca juga: Asnawi Mangkualam Resmi Menikahi Yuriska Patricia, Tampil dalam Balutan Busana yang Megah!

  • Kapolri (2021–2026): Dilantik pada 27 Januari 2021, ia tercatat sebagai salah satu Kapolri termuda saat dilantik dan memimpin institusi Polri selama hampir 5 tahun melewati dua masa pemerintahan (Jokowi dan awal pemerintahan Prabowo Subianto).
  • Kepala Staf Kepresidenan (2026): Diberhentikan dari jabatan Kapolri pada akhir September 2026, ia kemudian dilantik ke dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pada Oktober 2026.

Keberhasilan tersebut mengantarkannya menjadi calon tunggal yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo untuk memimpin institusi kepolisian. Pada 27 Januari 2021, Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke-25.

Menjabat di usia 51 tahun, ia menjadi salah satu Kapolri termuda dalam sejarah nasional. Selama kepemimpinannya yang berlangsung hampir lima tahun, ia mengusung konsep transformasi Polri yang berfokus pada ketegasan, transparansi berkeadilan, dan humanisme demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Baca juga: GEGER! BNNP dan Polda Sumut Musnahkan Ladang Ganja Seluas 5 Hektare di Mandailing Natal

Langkah politiknya di pemerintahan baru justru mendatangkan badai hukum. Hanya sebulan setelah menduduki jabatan sebagai Kepala KSP, Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama dua perwira tinggi kepolisian lainnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas dugaan kasus penyadapan ilegal.

Penyadapan tanpa prosedur resmi tersebut diduga menyasar nomor telepon Presiden Prabowo Subianto, sejumlah pejabat negara, politisi, jurnalis, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM). Kasus yang mencuat pada awal November 2026 ini langsung menjadi perhatian serius di tingkat nasional, sekaligus menjadi babak baru yang sangat kontras dalam perjalanan karier seorang mantan orang nomor satu di kepolisian Indonesia.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST