Friday 25th of September 2026
×

Ini 11 Tuntutan Demo Buruh Besar-Besaran di Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat 24 September 2026 Kemarin

Ini 11 Tuntutan Demo Buruh Besar-Besaran di Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat 24 September 2026 Kemarin

--

ASCOMAXX.com – Di bawah ini adalah pembahasan informasi mengenai demo buruh Jakarta yang wajib kamu tahu. Langsung saja simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum hingga slide berikutnya!

Jakarta, Kamis (24/9/2026) tercatat sejumlah ribuan buruh menggelar aksi demonstrasi di sejumlah titik. Aksi ini digelar untuk menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan dan perlindungan pekerja, sekaligus mengingatkan pemerintah serta DPR RI mengenai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.


Baca juga: Waduh! Nikita Mirzani Dipenjara 6 Tahun Buntut UU ITE dan TPPU, Begini Kata Pengacara Reza Gladys

Demo Buruh di Jakarta 24 September 2026

Melibatkan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea (KSPSI AGN) bersama Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI). Salah satu konsentrasi massa berada di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dengan titik penyampaian aspirasi dipusatkan di depan Plaza UOB.

Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea mengatakan, terdapat 11 tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut. Tuntutan itu mencakup berbagai persoalan ketenagakerjaan, mulai dari pengupahan, kepastian kerja, sistem outsourcing, jaminan sosial, hingga perlindungan terhadap kelompok pekerja tertentu.

Dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026), Andi menyebut sejumlah isu yang menjadi perhatian buruh, antara lain pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), pekerja platform, pesangon, cuti haid, serta pemagangan.

11 Tuntutan Demo Buruh Besar-Besaran di Sudirman-Thamrin

Menurut Andi, aksi tersebut juga menjadi pengingat kepada pemerintah dan DPR RI bahwa aturan baru mengenai perlindungan ketenagakerjaan dinantikan oleh kalangan buruh.

Adapun 11 tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut adalah:

  1. Mewujudkan Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan terhadap hak dan kepentingan buruh.
  2. Menjamin kepastian kerja, termasuk menghentikan eksploitasi sistem outsourcing dan pekerja kontrak serta mencegah penyalahgunaan program pemagangan.
  3. Menjamin hak buruh atas upah yang layak dan bermartabat, termasuk meminta penghapusan sistem koefisien nilai tertentu yang dinilai tidak jelas.
  4. Menjamin perlindungan bagi pekerja platform, termasuk pekerja media, pengemudi ojek online, serta pekerja yang terdampak transisi iklim.
  5. Menjamin hak pesangon dan mencegah PHK secara sepihak. Buruh juga mempersoalkan perubahan ketentuan pesangon dalam regulasi ketenagakerjaan.
  6. Memperkuat serikat pekerja dan menjamin kebebasan berserikat bagi buruh.
  7. Menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja serta kesejahteraan pekerja sebagai bagian penting dalam pembangunan.
  8. Memperkuat sanksi dan penegakan hukum terhadap perusahaan yang melanggar hak-hak buruh.
  9. Menjamin perlindungan bagi buruh perempuan, termasuk hak cuti haid tanpa persyaratan yang dianggap menyulitkan pekerja.
  10. Memberikan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dan pekerja rentan lainnya di lingkungan perusahaan.
  11. Menjalankan program upskilling dan reskilling bagi buruh Indonesia untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi.

Baca juga: Demo 50 Ribu Buruh di Jakarta Hari Ini, Ini Dia Jalur Alternatif untuk Hindari Macet

Mulanya massa buruh bergerak dari kawasan Semanggi menuju Jalan MH Thamrin. Sebagian peserta menggunakan sepeda motor dalam konvoi, sedangkan peserta lainnya berjalan kaki menyusuri Jalan Jenderal Sudirman menuju lokasi aksi.

Titik utama penyampaian aspirasi berada di depan Plaza UOB, Jakarta Pusat. Massa sebelumnya menyatakan tidak memusatkan aksi di kawasan Bundaran HI. Langkah tersebut disebut berkaitan dengan upaya menjaga jalannya aksi serta menghindari potensi kesalahpahaman maupun provokasi.

Pergerakan massa berdampak terhadap arus lalu lintas di sepanjang koridor Sudirman-Thamrin. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah jalur alternatif dan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar lokasi aksi untuk mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif agar perjalanan tetap berjalan lancar.

Maka dari itu, dengan adanya aksi dan pergerakan massa di kawasan Sudirman-Thamrin, pengguna jalan diimbau memperhatikan kondisi lalu lintas dan menyesuaikan rute perjalanan. Rekayasa lalu lintas dapat berubah mengikuti situasi jumlah massa dan kepadatan kendaraan di lapangan.

Nah, jadi itulah update informasi terbaru yang sudah kami rangkum khusus untuk kamu pada kesempatan kali ini yang mengulas mengenai aksi massa. Terimakasih sudah membaca update artikel kali ini. 

Source:

Update Terbaru

RELATED POST