Saturday 12th of September 2026
×

Diduga 352 Siswa SD dan MTS di Lombok Keracunan MBG, Sanksi ke Dapur SPPG Masih Menunggu Keputusan BGN

Diduga 352 Siswa SD dan MTS di Lombok Keracunan MBG, Sanksi ke Dapur SPPG Masih Menunggu Keputusan BGN

--

ASCOMAXX.com – Tragedi yang terulang kembali! Berikut ini akan kami sampaikan informasi mengenai dugaan keracunan MBG di Lombok yang wajib kamu tahu. Simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum di sini!

Tercatat sejumlah 352 siswa dari lima sekolah di Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), diduga mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, seperti mual, muntah, pusing, dan sakit perut.


Baca juga: Tetap Waspada! Gempa M 6,2 Mengguncang Timur Laut Maluku dan Sekitarnya BMKG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

352 Siswa SD dan MTS di Lombok Keracunan MBG

Peristiwa tersebut terjadi setelah makanan MBG disalurkan melalui mitra salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Desa Lendang Tampel. Para siswa yang mengalami keluhan kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Lima sekolah yang disebut terdampak adalah SDN Beber, SDN Repok Puyung, SDN 2 Lendang Tampel, MTs Qudwatun Hasanah, dan SDN Mertak Kesambik. Seluruhnya berada di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

Berdasarkan data penanganan yang disampaikan pihak terkait, para siswa dirawat di empat puskesmas. Sebanyak 124 siswa mendapat penanganan di Puskesmas Aik Darek, 144 siswa dibawa ke Puskesmas Pringgerata, 67 siswa ditangani di Puskesmas Mantang, dan 17 siswa lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Bagu.

Ketua Satgas Pengawasan MBG Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, mengatakan pihaknya masih memantau kondisi para siswa yang sempat menjalani perawatan. Ia menyebut sebagian korban telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

"Kebetulan baru Pak Asisten II, sudah menuju ke Lokasi SPPG dan Puskesmas beliau laporkan ke saya bahwa sebagian dari siswa korban keracunan MBG ini itu sudah pulang," kata Firman kepada awak media, Jumat (11/9/2026).

Source:

Update Terbaru

RELATED POST