Saturday 12th of September 2026
×

Kronologi Mahasiswa FK UB Lakukan Percobaan Bunuh Diri Dengan Melompat Dari Lantai 6, Kini Dalam Perawatan Intensif Setelah Operasi

Kronologi Mahasiswa FK UB Lakukan Percobaan Bunuh Diri Dengan Melompat Dari Lantai 6, Kini Dalam Perawatan Intensif Setelah Operasi

--

ASCOMAXX.com Berikut ini akan kami sampaikan informasi mengenai kondisi terkini berikut kronologi mahasiswa FK UB yang lakukan percobaan untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum di sini!

Baru-baru ini diketahui bahwa seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial RR (19) diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari lantai 6 gedung fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (10/9/2026) pagi.


Baca juga: Siapa La Tasya? Mendadak Viral! Intip Profil Penyanyi Hip Hop Dangdut yang Bikin Warganet Penasaran

RR merupakan mahasiswa angkatan 2025 asal Bogor, Jawa Barat. Setelah kejadian, ia dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kronologi Mahasiswa FK UB Lakukan Percobaan Bunuh Diri Dengan Melompat Dari Lantai 6

Dalam keterangannya kepada awak media Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta mengatakan, korban mengalami sejumlah luka akibat benturan setelah terjatuh dari gedung. Berdasarkan keterangan kepolisian, ketinggian lokasi korban terjatuh diperkirakan sekitar 25 meter.

"Korban alami luka patah tulang, kaki, tangan, bahu dan rahang. Setelah percobaan bunuh diri melompat dari ketinggian sekitar 25 meter itu," kata Anang pada Sabtu (12/9/2026).

Setelahnya korban sempat menjalani operasi untuk menangani luka-luka yang dialaminya. Setelah tindakan medis tersebut, kondisi RR dilaporkan stabil dan ia dipindahkan ke ruang perawatan intensif untuk menjalani pemantauan lebih lanjut.

"Pasca operasi kondisi (korban) stabil dirawat di ruang ICU Kapuas. Terpasang gips di kedua kakinya dan beberapa jahitan di sekitar wajahnya," jelas Anang.

Orang tua RR pun sudah tiba di Malang untuk mendampingi putra mereka selama menjalani perawatan. Hingga Sabtu, pihak kepolisian belum meminta keterangan langsung dari korban karena kondisi RR masih membutuhkan penanganan medis pascaoperasi.

"Orang tuanya sudah di RSSA. Kami belum meminta keterangan korban, masih ada penanganan medis di RSSA," ujar Anang.

Korban Kini Dalam Perawatan Intensif Setelah Operasi

Melalui penelusuran awal kepolisian, kejadian tersebut sempat diketahui oleh sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi. Rekaman kamera pengawas atau CCTV gedung juga diperiksa untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa sebelum korban terjatuh.

Mulanya RR diketahui memasuki gedung Fakultas Pertanian sekitar pukul 08.26 WIB. Sekitar pukul 08.50 WIB, seorang staf fakultas berinisial DST (48), yang berada di lantai 1, mendengar suara seperti benda jatuh dari arah luar gedung.

Saat memeriksa area parkir, DST menemukan RR telah terjatuh. Korban disebut masih dalam keadaan sadar, tetapi tampak lemas dan mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.

Baca juga: Buruh Gelar Aksi Demo Serentak, 11 Tuntutan Ketenagakerjaan Dibawa ke Pemerintah

Sebelum terjatuh, aksi RR juga sempat diketahui mahasiswa lain. Mereka berusaha mencegahnya, termasuk dengan memberikan peringatan agar korban tidak melompat. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

Polisi masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk rekan kuliah, dosen, penghuni kos, serta orang yang disebut memiliki hubungan dekat dengan korban.

Pihak Universitas Brawijaya menyatakan prihatin atas kejadian tersebut. Kampus juga menyebut telah melakukan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi terkait kesehatan mental mahasiswa, termasuk asesmen serta psikotes bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi kebutuhan pendampingan.

Setelah kejadian, pihak fakultas disebut telah memberikan pendampingan kepada RR. Kampus juga memastikan biaya pengobatan korban ditanggung melalui program bantuan kesehatan yang tersedia.

Perlu dicatat bahwa jika kamu atau seseorang yang kamu kenal tengah mengalami krisis emosional, memiliki pikiran untuk menyakiti diri, atau berada dalam situasi yang mengancam keselamatan, segera cari bantuan.

Untuk kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan medis, hubungi 119 atau langsung menuju IGD rumah sakit terdekat. Dukungan konseling juga dapat diakses melalui Healing119.id atau 119 ekstensi 8 melalui ponsel masing-masing. Jangan menghadapi situasi tersebut sendirian. Sekian, mari kita doakan semoga korban segera pulih.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST