Tim SAR Gabungan Berhasil Angkat Jasad Prajurit TNI Terakhir dari Bangkai Helikopter Mi-17V5 di Perairan Seruyan
--
Total Korban
Kecelakaan udara yang terjadi pada Rabu, 4 November ini total telah menggugurkan tiga prajurit terbaik korps penerbang TNI AD (Corps Penerbang), sementara lima kru lainnya berhasil diselamatkan dengan luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan medis intensif.
Baca juga: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolri Rotasi AKBP Rossa Purbo dari Polres Bangkalan
Selain Sertu Heri Prasetyo, dua perwira yang turut gugur dalam tugas mulia ini adalah Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, yang telah dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, serta Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, yang dikebumikan di TMP Giri Tunggal, Semarang. Ketiganya merupakan bagian dari Satgas Udara Karhutla yang berjuang memadamkan kobaran titik api di kawasan konservasi Taman Nasional Tanjung Puting.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), helikopter tersebut jatuh saat tengah melakukan manuver pengambilan air laut (water bombing) untuk disiramkan pada area hutan yang terbakar.
Baca juga: Beasiswa KDM Untuk 1.000 Anak Jawa Barat Kuliah di ITB, Keluarga Kurang Mampu Diprioritaskan
Sebelum hilang kontak, pesawat dilaporkan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan mesin yang berarti. Guna menguak penyebab pasti dari insiden mematikan ini, tim investigasi militer telah bergerak cepat dan berhasil mengamankan kotak hitam (black box) dari dasar laut untuk dianalisis lebih lanjut di Jakarta.
Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan bahwa negara akan memberikan penghormatan tertinggi berupa kenaikan pangkat anumerta bagi para prajurit yang gugur, serta menjamin seluruh hak santunan dan masa depan pendidikan putra-putri para pahlawan kemanusiaan tersebut.