Wednesday 4th of November 2026
×

Bencana Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru yang Menerjang Wilayah Lumajang dan Memutus Jembatan Utama

Bencana Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru yang Menerjang Wilayah Lumajang dan Memutus Jembatan Utama

--

ASCOMAXX.com – Kabupaten Lumajang kembali menghadapi ujian berat akibat fenomena alam yang melanda wilayah Jawa Timur. Pada Senin, 2 November 2026 pagi, bencana sekunder berupa banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang pemukiman warga dan memutus jalur logistik.

Peristiwa darurat ini dipicu oleh tingginya curah hujan di kawasan puncak dan lereng gunung sejak Minggu malam, yang tercatat mencapai akumulasi curah ekstrem sebesar 134,6 milimeter. Air hujan dalam volume besar tersebut mengikis serta membawa jutaan meter kubik material vulkanik sisa erupsi terdahulu, menciptakan aliran air bah pekat bercampur bebatuan besar dan batang pohon berkerapatan tinggi.


Baca juga: Banyuwangi Viral Lagi! Video Egar dan Fina Main di Mobil Full Durasi, Bocoran Isinya Ramai di TikTok

Berdasarkan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, terjangan banjir lahar dingin ini merusak infrastruktur vital dan berdampak langsung pada tiga kecamatan utama, dengan tingkat kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Tempursari.

Di wilayah ini, luapan deras dari aliran Sungai Glidik mengakibatkan tanggul di Dusun Pasirejo jebol tak kuat menahan debit air. Akibatnya, akses jalan utama menuju kawasan Tamansari Bawah terputus total sepanjang 100 hingga 200 meter akibat tergerus arus.

Dampak isolasi jalan ini menyebabkan sedikitnya 117 Kepala Keluarga (KK) terisolasi dari akses logistik luar. Tidak hanya itu, abrasi sungai yang agresif merobohkan tiga teras rumah warga dan mengancam keselamatan sepuluh rumah lainnya yang posisinya kini kritis di bibir sungai.

Baca juga: Dua Perempuan Terlibat Dugaan Kawin Pesanan WNA China, Dibayar Rp 100 Juta Kini dalam Penyelidikan Imigrasi!

Wilayah Paling Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat setidaknya ada 3 kecamatan di Kabupaten Lumajang yang mengalami dampak signifikan:

  • Kecamatan Tempursari: Merupakan titik terparah. Peningkatan debit Sungai Glidik menyebabkan tanggul di Dusun Pasirejo jebol. Akses jalan ke Tamansari Bawah terputus sepanjang 100-200 meter, menyebabkan sedikitnya 117 kepala keluarga (KK) terisolasi. Tiga teras rumah warga dilaporkan roboh dan 10 rumah lainnya berisiko ambruk akibat abrasi aliran.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST