Wednesday 4th of November 2026
×

Bencana Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru yang Menerjang Wilayah Lumajang dan Memutus Jembatan Utama

Bencana Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru yang Menerjang Wilayah Lumajang dan Memutus Jembatan Utama

--

  • Kecamatan Pronojiwo: Mengalami banjir material luapan sungai. Selain itu, hujan lebat memicu bencana tanah longsor di kawasan ini yang menelan 2 korban jiwa akibat tertimbun material tanah di dalam rumah.
  • Kecamatan Jatiroto: Aliran lahar dingin meluber hingga merendam jalanan dan pemukiman warga di dataran rendah (seperti Dusun Persil) dengan ketinggian air genangan berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter.

Baca juga: Link Video Viral Kakak VS Adik di Mobil Full Durasi HD, Persaudaraan yang Menggoda Iman

Dampak Infrastruktur & Logistik:
  • Jembatan Penghubung Putus: Jembatan Limpas Wareng dan jembatan penghubung utama antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang lumpuh total serta tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat terjangan aliran Sungai Glidik.
  • Kondisi Terkini: Per Selasa (3/11) hingga Rabu (4/11), banjir lahar dingin dilaporkan sudah mulai berangsur surut. Namun, kendaraan roda empat masih kesulitan melintas karena sisa medan jalan tertutup material bebatuan dan pasir berlumpur tebal.

Kerusakan paling krusial yang melumpuhkan aktivitas ekonomi regional adalah putusnya infrastruktur penghubung antarkabupaten. Terjangan arus Sungai Glidik merusak Jembatan Limpas Wareng dan memutus jembatan penghubung utama yang menghubungkan Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang.


Hingga pertengahan pekan ini, jalur tersebut lumpuh total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Meskipun pada Selasa dan Rabu kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur-angsur surut, sisa material pasir hitam berlumpur dan bongkahan batu besar yang menutupi badan jalan membuat proses evakuasi dan pembukaan jalur berjalan lambat.

Baca juga: Polri Tetapkan 20 Korporasi Sebagai Tersangka KARHUTLA, Empat Diantaranya PMA Asing

Merespons situasi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru tetap berada pada Level III (Siaga). Otoritas mengeluarkan rekomendasi keselamatan yang sangat ketat bagi seluruh elemen masyarakat dan wisatawan. Warga dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak gunung.

Di luar radius aman tersebut, masyarakat diminta menjauh dari sempadan sungai hingga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai pada sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Sat, Besuk Kembar, Besuk Bang, dan Sungai Glidik. Larangan ini diberlakukan demi mengantisipasi potensi perluasan awan panas dan aliran lahar dingin susulan yang sewaktu-waktu dapat menerjang hingga jarak 17 kilometer dari puncak jika hujan lebat kembali mengguyur hulu sungai.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST