Tuesday 29th of September 2026
×

Penyebab Wali Murid Bacok Guru di Sleman Viral, Alasan Ini Diduga jadi Pemicu Terjadinya Aksi Brutal!

Penyebab Wali Murid Bacok Guru di Sleman Viral, Alasan Ini Diduga jadi Pemicu Terjadinya Aksi Brutal!

--

ASCOMAXX.com - Baru-baru ini, publik dikejutkan oleh berita mengenai insiden seorang guru yang dibacok oleh wali murid. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat (25 September 2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Menurut laporan TribunJateng pada hari Senin (28 September 2026), kejadian itu berlangsung di sebuah sekolah dasar negeri di wilayah Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Korban diidentifikasi sebagai HK (40).


Baca juga: Kapal Pinisi Yukai Karam di Labuan Bajo, 13 Wisatawan Berhasil Dievakuasi

Ia mengalami luka pada lengan kirinya. Luka tersebut terjadi saat ia berusaha menangkis sabetan parang yang diarahkan ke lehernya.

Kepala Humas Polres Sleman, Inspektur Satu (Iptu) Argo Anggoro, membenarkan adanya insiden tersebut. Pelaku diidentifikasi sebagai TM (44), warga Bangunkerto, Turi, Sleman.

"Dalam perkara tersebut, korban HK (40), laki-laki, warga Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo," ujarnya.

TM merupakan wali murid di sekolah tersebut. Menurut informasi yang dilansir dari Grid.id, korban awalnya melihat pelaku tiba di lokasi kejadian, yang berada di area sekolah. Korban kemudian melihat pelaku membawa senjata tajam. Pelaku bergerak mendekat.

"Berdasarkan keterangan awal, korban melihat tersangka membawa senjata tajam dan saat didekati terjadi pengayunan senjata tajam yang mengarah kepada korban," kata Argo.

"Korban berupaya menangkis menggunakan tangan kiri hingga mengalami luka," lanjutnya.

Pelaku segera mengayunkan senjata ke arah korban. Korban berusaha menahan serangan tersebut, yang mengakibatkan lengannya terluka.

"Korban berupaya menangkis menggunakan tangan kiri hingga mengalami luka," jelasnya.

Argo mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan masalah semacam itu secara kekeluargaan agar tidak perlu terjadi kekerasan yang membahayakan orang lain.

"Polresta Sleman mengimbau masyarakat agar menyelesaikan setiap permasalahan secara aman dan tidak menggunakan kekerasan maupun senjata tajam," jelasnya.

Insiden di mana seorang guru disabet senjata tajam oleh wali murid bermula dari kesalahpahaman yang melibatkan anak pelaku. Anak tersebut diduga mengambil camilan dari kantin sekolah.

Pihak sekolah sebelumnya telah memanggil ibu anak tersebut, dan masalah itu sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Baca juga: HEBOH! Wakil Rektor Universitas di Karo Ditemukan Tewas di Rumah, Polisi: 'Masih Diselidiki Penyebabnya'

Namun, ayah anak itu menerima telepon dari istrinya, dan terjadilah kesalahpahaman mengenai situasi tersebut. Pelaku segera mendatangi sekolah untuk menemui istrinya dengan membawa sebilah parang.

"Awalnya terjadi miskomunikasi terkait anak dari pelaku yang diduga mengambil jajanan di kantin. Info yang kami dapat, anak pelaku merupakan anak berkebutuhan khusus," ujarnya.

"Setelah itu, ibu tersebut menelepon suaminya. Diduga terjadi miskomunikasi yang kemudian berujung pada kejadian penganiayaan," tambahnya.

Beberapa guru berupaya menenangkan pelaku; korban juga berusaha menjelaskan situasi dan meredakan emosi pria yang diidentifikasi berinisial TM itu.

Akan tetapi, pelaku—yang tampaknya dikuasai amarah—tiba-tiba mengayunkan parang ke arah korban yang sedang berdiri di dekatnya. Pihak sekolah segera melaporkan kejadian tersebut. Polisi tiba di lokasi untuk melakukan penyelidikan dan meminta keterangan dari para saksi.

Akibatnya, pelaku kini ditahan untuk menjalani proses hukum, sementara korban mengalami luka-luka.

"Tersangka selanjutnya dilakukan penahanan untuk proses hukum lebih lanjut," jelas Argo.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST