Tuesday 22nd of September 2026
×

Breaking News! Status Gunung Api Anak Krakatau Turun Level II atau Waspada, Aktivitas Kini Makin Tinggi

Breaking News! Status Gunung Api Anak Krakatau Turun Level II atau Waspada, Aktivitas Kini Makin Tinggi

--

ASCOMAXX.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menurunkan status Gunung Api Anak Krakatau dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada). Status baru ini berlaku mulai hari ini pukul 18.30 WIB (Waktu Indonesia Barat).

Anak Krakatau merupakan gunung api aktif Tipe-A yang terletak di perairan Selat Sunda; secara administratif, gunung ini berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Namun, pemantauan gunung api tersebut dilakukan melalui dua pos pengamatan:


Baca juga: Video Arum Mayo Live TikTok Viral, Pesona yang Buat Warganet Terpana! Ternyata Ini Asal Daerahnya

Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Kalianda (Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung) dan Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran (Kabupaten Serang, Provinsi Banten).

Berdasarkan tanda-tanda peningkatan kegempaan vulkanik dan deformasi, status Anak Krakatau sebelumnya sempat dinaikkan ke Level III (Siaga) pada tanggal 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Di tengah peningkatan aktivitas tersebut, gunung api ini mengalami 224 kali erupsi hingga tanggal 3 September 2026.

Informasi yang dilansir dari cnbcindonesia.com, Erupsi menerus yang berlangsung selama 25 jam terjadi antara pukul 23.07 WIB tanggal 4 September 2026 dan pukul 00.04 WIB tanggal 6 September 2026. Analisis citra satelit menunjukkan bahwa erupsi menerus ini menghasilkan aliran lava yang bergerak ke arah barat laut, barat, dan barat daya dari pusat erupsi.

Meskipun terjadi tujuh kali erupsi tipe Strombolian setelah erupsi menerus tersebut berakhir, aktivitas gunung api secara keseluruhan cenderung menurun menjelang tanggal 20 September 2026 pukul 00.00 WIB.

"Selain itu, gejala penuruan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau didukung oleh data deformasi yang memperlihatkan adanya penurunan (deflasi)," ujar Lana Saria, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, dalam keterangan tertulis.

Catatan seismik untuk Anak Krakatau pada tanggal 20 September 2026 menunjukkan adanya satu kejadian Gempa Frekuensi Rendah dan aktivitas tremor menerus dengan amplitudo rata-rata 2 mm.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi menyeluruh, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau telah diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada), terhitung mulai tanggal 21 September 2026 pukul 18.30 WIB.

Baca juga: Video Arum Mayo Live TikTok Viral, Pesona yang Buat Warganet Terpana! Ternyata Ini Asal Daerahnya

Dengan diturunkannya status ke Level II, berlaku rekomendasi sebagai berikut:

- Masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau, serta pengunjung, wisatawan, dan pendaki, dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung; mereka juga diimbau untuk tetap waspada terhadap bahaya lontaran batuan pijar dan hujan abu lebat.

- Penduduk di wilayah pesisir Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang dan tidak memedulikan rumor yang menyatakan bahwa letusan Gunung Anak Krakatau akan memicu tsunami; mereka dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari seperti biasa sembari mematuhi arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST