Wednesday 9th of September 2026
×

Erupsi Panjang Anak Krakatau Berakhir! Aktivitas Beralih ke Letusan Strombolian

Erupsi Panjang Anak Krakatau Berakhir! Aktivitas Beralih ke Letusan Strombolian

--

ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai update letusan gunung Anak Krakatau yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!

Aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan mengalami perubahan setelah berlangsung selama sekitar 25 jam. Badan Geologi menyebut episode erupsi tersebut telah berakhir dan aktivitas gunung kini menunjukkan karakteristik letusan strombolian.


Rangkaian erupsi menerus tercatat dimulai pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB. Aktivitas tersebut kemudian berakhir pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 00.04 WIB. Setelah periode tersebut selesai, tercatat tiga kali letusan dengan tipe strombolian.

Baca juga: Menteri Purbaya Soroti Usulan Perampasan Aset bagi Penunggak Pajak, Minta Ada Batasan Jelas

"Tiga kali erupsi strombolian terjadi setelah episode erupsi menerus berakhir," kata Badan Geologi melalui akun Threads resminya pada Senin (7/9/2026).

Letusan strombolian sendiri merupakan tipe erupsi yang umumnya ditandai ledakan relatif ringan. Aktivitas semacam ini dapat berlangsung dalam periode panjang dan memungkinkan sistem erupsi mengalami perubahan atau penyesuaian secara berulang.

Badan Geologi untuk sementara menilai kembalinya pola strombolian sebagai indikasi berakhirnya episode erupsi menerus yang berlangsung cukup lama. Meski demikian, perubahan tersebut bukan berarti aktivitas Gunung Anak Krakatau telah sepenuhnya berhenti.

"Tingkat aktivitas dan rekomendasi Gunung Anak Krakatau masih pada Level III (Siaga)," demikian keterangan Badan Geologi. Lembaga tersebut juga menilai kemungkinan terjadinya letusan pada periode berikutnya masih cukup besar.

Baca juga: Link Asli Video Kasir Indomaret 7 Menit Viral Bikin Penasaran, Jangan Asal Klik Kalau Nggak Mau Kena Phising

Potensi bahaya yang perlu diwaspadai antara lain lontaran material pijar dan hujan abu dengan intensitas tinggi. Apabila erupsi menerus kembali terjadi, aliran lava juga menjadi salah satu ancaman yang harus diperhitungkan.

"Ancaman bahaya erupsi berasal dari lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Potensi ancaman bahaya lainnya berasal dari aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi," jelas Badan Geologi.

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Warga yang terdampak abu vulkanik juga disarankan mengurangi kegiatan di luar rumah atau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Baca juga: Siswi di Karo Hilang Ingatan Usai Diduga Keracunan MBG di Sekolah, Begini Fakta dan Update Kondisi Terkininya

Badan Geologi turut meminta masyarakat pesisir Banten dan Lampung tetap tenang serta tidak mudah mempercayai kabar yang mengaitkan aktivitas erupsi saat ini dengan ancaman tsunami. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dan arahan dari pihak berwenang, termasuk BPBD setempat.

Itu dia informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST