Monday 31st of August 2026
×

Truk Sound Horeg Kembali Disorot, Pengamat Ungkap Risiko bagi Warga dan Lingkungan

Truk Sound Horeg Kembali Disorot, Pengamat Ungkap Risiko bagi Warga dan Lingkungan

--

ASCOMAXX.com – Pada artikel berikut ini adalah informasi mengenai Truk Sound Horeg yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi terbarunya!

Keberadaan truk pengangkut sound horeg kembali menjadi perhatian setelah sebuah insiden di Jember, Jawa Timur. Getaran yang ditimbulkan perangkat suara berdaya besar tersebut diduga berkaitan dengan ambruknya kanopi sebuah apotek yang kemudian menewaskan seorang warga berusia 57 tahun. Meski demikian, polisi masih menyelidiki penyebab pasti runtuhnya bangunan tersebut.


Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai penggunaan truk untuk mengangkut sound horeg juga memiliki persoalan tersendiri. Menurutnya, kendaraan tersebut kerap dibuat dengan ukuran yang besar sehingga berpotensi mengalami kesulitan ketika melewati infrastruktur atau permukiman dengan ruang terbatas.

Baca juga: HEBOH! 3 Warga Meninggal dalam Insiden Terkait Sound Horeg di Jatim Selama Agustus 2026

Baca juga: Diisukan Selingkuh, Krisjiana Baharudin Langsung Klarifikasi! Begini Kondisi Rumah Tangganya dengan Siti Badriah

Kondisi tersebut, kata Djoko, dapat memicu kerusakan fasilitas di sekitar jalur yang dilalui. Bahkan, terdapat kejadian ketika bagian rumah, jembatan, maupun gapura harus dirusak agar kendaraan pengangkut perangkat suara berukuran besar dapat melintas.

“Sampai ada fatwa haram (sound horeg) dari Ponpes di Jawa Timur, itu kan artinya (sound horeg) sudah dianggap sebagai hal yang berlebihan juga memprihatinkan. Misal, rumah masyarakat, jembatan, sampai gapura, itu dirusak demi truk sound horeg yang berdimensi besar itu bisa lewat. Belum lagi suara yang dihasilkan sound horeg tentu juga akan mengganggu warga yang punya anak kecil dan warga yang sedang sakit,” ujar Djoko.

Tidak hanya menyangkut potensi kerusakan bangunan, suara yang dihasilkan sound horeg juga menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Pakar kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, dr. Gina Noor Djalilah SpAMM., menyebut tingkat kebisingan perangkat tersebut dapat mencapai 120-135 desibel (dB), jauh di atas tingkat yang dianggap aman bagi pendengaran manusia.

Baca juga: Duit Happy Pinjaman Online Apakah Aman? Ini Dia Ciri-Ciri Pinjol Ilegal, Cek Legalitas Pinjol Sebelum Meminjam!

Baca juga: Ini Dia Update BitTV 2.1.7 Obsidian Sfile Mobi Terbaru! Fitur Makin Gacor Nontonmu Makin Nyaman

Gina menjelaskan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan paparan kebisingan tidak melebihi 70 dB. Sementara itu, suara di atas 85 dB sudah dapat menimbulkan risiko kerusakan apabila seseorang terpapar dalam durasi yang panjang.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan tingkat kebisingan tidak lebih dari 70 dB. Sementara paparan di atas 85 dB sudah berisiko merusak, jika terpapar dalam waktu lama. Suara sound horeg jauh melampaui batas itu,” kata Gina.

Peristiwa di Jember yang menjadi sorotan terjadi ketika parade sound horeg berlangsung di Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Sabtu (29/8/2026). Seorang warga berinisial S (57) tengah menunggu istrinya membeli obat di sebuah apotek ketika kanopi bangunan tersebut tiba-tiba runtuh dan menimpanya.

Salah seorang saksi bernama Ulum mengatakan korban masih berada di sekitar apotek sebelum kejadian.

“Korban pas menunggu istrinya beli obat. Tidak selang berapa saat ada suara keras dan korban sudah tersungkur tertimpa tembok. Kondisinya meninggal di tempat,” kata Ulum.

Baca juga: Bilal Hasan Ungkap Tekanan yang Dihadapi Jelang Debut di UFC Shanghai Flyweight : 'Ini Panggung yang Besar'

Baca juga: Lebih dari 100 Pendaki Masih Terjebak di Ranu Kumbolo Pasca Kahutla, Pihak TNBTS Terus Berupaya Evakuasi

Kapolsek Jombang Iptu Imam Kusuma kemudian meluruskan bahwa korban tertimpa kanopi, bukan tembok apotek. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab bangunan tersebut roboh.

“Korban meninggal diakibatkan kejatuhan dari kanopi. Benar ada kejadian tertimpa kanopi, namun masih dalam penyelidikan (lidik) petugas,” ujar Imam.

Polisi juga menemukan dugaan adanya kabel yang terputus di sekitar lokasi. Kemungkinan kabel tersebut tersangkut kendaraan yang digunakan dalam kegiatan karnaval masih didalami.

“Diduga ada kabel terputus. Apakah mungkin tersangkut oleh truk yang akan melaksanakan kegiatan karnaval, ini masih dalam penyelidikan. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah tim dari Reskrim Polsek Jombang melaksanakan olah TKP,” tambah Imam.

Rangkaian persoalan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan sound horeg tidak hanya perlu mempertimbangkan aspek hiburan, tetapi juga keselamatan masyarakat, kondisi bangunan, ukuran kendaraan, serta tingkat kebisingan. Pengawasan terhadap pelaksanaan karnaval dan jalur yang dilalui truk sound system menjadi penting agar kegiatan serupa tidak menimbulkan risiko bagi warga maupun lingkungan sekitar.

Baca juga: Lebih dari 100 Pendaki Masih Terjebak di Ranu Kumbolo Pasca Kahutla, Pihak TNBTS Terus Berupaya Evakuasi

Baca juga: Babak Baru Saling Lapor Antara Lisa Mariana dan Dewi Menyala Terkait Kasus Skincare Serta Dugaan Penipuan Piyama

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST